SuaraBogor.id - Pedangdut Cita Citata diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus korupsi Bansos COVID-19, Jumat (26/3/2021).
Hadirnya Cita Citata ke gedung KPK untuk diperiksa sebagai saksi, terkait kasus suap bantuan sosial COVID-19.
Dilansir dari MataMata.com, Cita Citata tiba di sana sekitar pukul 14.34 WIB. Dia didampingi seorang laki-laki yang diduga asistennya. Cita Citata juga sempat melambaikan tangan saat memasuki Gedung KPK.
Perempuan 26 tahun ini juga tampak menjaga jarak dengan awak media. Cita Citata khawatir dengan penyebaran covid-19. "Jaga jarak ya, jaga jarak," ujar Cita Citata.
Cita Citata enggan memberikan keterangan lebih gamblang soal kehadirannya. Si pelantun lagu Goyang Dumang ini memilih langsung memasuki gedung KPK. "Nanti ya, abis ini kalau sudah selesai yah," kata Cita Citata.
Seperti diberitakan sebelumnya, nama Cita Citata disebut di sidang kasus korupsi bansos sembako Covid-19 Kemensos dengan terdakwa penyuap Harry Van Sidabukke dan Ardian Iskandar Maddanatja.
Hal itu terungkap ketika Pembuat Komitmen (PPK) pengadaan bansos sembako COVID-19 Matheus Joko Santoso jadi saksi di sidang kedua terdakwa tersebut di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (8/3/2021).
Di persidangan, Matheus membeberkan rincian penggunaan Rp14,7 miliar uang yang berasal dari "fee" perusahaan penyedia bantuan sosial (bansos) sembako Covid-19. Dari 25 kegiatan yang dibiayai duit haram itu, pembayaran honor manggung Cita Citata di Labuan Bajo termasuk di dalamnya.
KPK telah menetapkan beberapa tersangka alam kasus korupsi bansos Covid-19 Kemensos tersebut. Mereka adalah mantan Menteri Sosial Juliari Peter Batubara, serta dua pejabat Kemensos, yakni Adi Wahyono, dan Matheus Joko Santoso.
Baca Juga: Dipanggil KPK, Cita Citata Jadi Saksi Kasus Korupsi Bansos Covid-19
Sementara dari pihak swasta ada Harry Van Sidabukke dan Ardian Iskandar Maddanatja. Keduanya didakwa menyuap Juliari agar menunjuk perusahaan mereka sebagai penyedia bansos sembako Covid-19.
Harry dan Ardian disebut jaksa memberikan "fee" Rp 10 ribu per paket bansos ke Juliari. Berdasarkan keterangan Matheus, total dari fee tersebut berjumlah Rp 16,7 miliar, tapi yang diberikan ke Juliari Rp 14,7 miliar.
Tag
Berita Terkait
-
Malam Ini! KPK Gelar Perkara OTT BNPB untuk Tentukan Tersangka
-
OTT KPK di BNPB Jadi Operasi Tangkap Tangan ke-22 Sepanjang 2026
-
KPK Kembali Gelar OTT: Amankan Sejumlah Pihak di BNPB
-
KPK Sita Mobil Land Cruiser Milik Orang Kepercayaan Nusron Wahid
-
Bupati Rejang Lebong Dituntut 5 Tahun Penjara dan Cabut Hak Politik
Terpopuler
- Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029
- Presiden RI Minta Maaf ke Malaysia - Singapura Akibat Asap, Tapi Itu SBY...
- Rapor Prabowo-Gibran dan Para Menteri Anjlok, Purbaya yang Dicopot Justru Jadi Menteri Terbaik
- 5 Sabun Cuci Muka Retinol untuk Atasi Penuaan: Bikin Wajah Halus, Cerah, dan Kencang
- Pelembap Viva Hijau vs Kuning, Apa Bedanya? Ini Manfaat Keduanya untuk Wajah
Pilihan
-
KPK Kembali Gelar OTT: Amankan Sejumlah Pihak di BNPB
-
Ungkap Banyak Kasus Besar, Dirtipideksus Bareskrim Brigjen Ade Safri Justru Diganti
-
Inilah 5 Menteri yang Kinerjanya Paling Buruk Menurut Survei CELIOS
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
Terkini
-
Mobil Kijang Bawa 8 Jeriken Bensin Terbakar di Bogor, Kerugian Ditaksir Rp100 Juta
-
Pemkab Bogor Matangkan Persiapan Porprov 2026, Bidik Kembali Gelar Juara Umum
-
Modal Video CCTV dan Hotline Bang Resmob, Bareskrim Polri Gulung Sindikat Curanmor Cileungsi
-
BRI Catat 1,06 Juta BRILink Agen Dengan Transaksi Rp1.270 Triliun, Perluas Layanan Keuangan
-
Rudy Susmanto dan Gerindra Bogor Rapatkan Barisan Kawal Program Prabowo hingga 2029