SuaraBogor.id - Banjir bandang yang terjadi di Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) menyebabkan puluhan orang meninggal dunia.
Kekinian, puluhan orang meninggal dunia korban longsor dan banjir bandang di Flores Timur dikuburkan secara massal.
“Para korban dikubur pada satu liang lahat yang disiapkan,” ujar Kapolres Flores Timur, AKBP I Gusti Putu Suka Arsa, dilansir dari Digtara.com -jaringan Suara.com, Senin (5/4/2021).
Pemakaman ini dilakukan setelah para korban dibersihkan dan disemayamkan sesaat.
Petugas keamanan dari pemerintah daerah pun mendata masing-masing korban.
Pemakaman para korban dilakukan aparat keamanan dan pemerintah daerah dihadiri sejumlah kerabat korban.
Kapolres Flores Timur menyebutkan pula kalau di Desa Oyang Barang kecamatan Wotan Ulumando, Kabupaten Flores Timur juga terjadi banjir bandang.
Tiga orang warga hilang dan belum ditemukan sampai sekarang. Selain itu tiga unit rumah warga hilang tersapu banjir dan 10 unit rumah lainnya rusak.
68 orang di Kecamatan Ile Boleng, Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur, NTT dilaporkan hilang diterjang banjir bandang, Minggu (4/4/2021).
Baca Juga: Tinjau Huntap untuk Korban Bencana di Sulteng, Ini Harapan Doni Monardo
Puluhan rumah pun hancur dan rusak berat.
Hingga Minggu (4/4/2021) malam pukul 21.00 wita, 42 orang warga sudah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.
Hilang
Kapolres Flores Timur, AKBP I Gusti Putu Suka Arsa, SIK yang berada di lokasi saat dikonfirmasi Minggu (4/4/2021) malam menyebutkam kalau di lokasi pertama tanah longsor di desa Lelelamadike, Kecamatan Ile Boleng, pulau Adonara ada 55 orang warga yang dilaporkan hilang.
“Informasi terakhir korban yang dinyatakan hilang 55 orang,” tandas Kapolres Flores Timur.
Dari jumlah ini, 37 orang warga sudah diketemukan dalam keadaan meninggal dunia.
Berita Terkait
-
69 Korban Selamat Kapal Virgo Tiba di Banjarmasin, Langsung Jalani Pemeriksaan Medis
-
Gubsu Bobby Nasution Minta Publik Hentikan Komentar Negatif terhadap Korban MBG di Karo
-
Empati Tidak Harus Menunggu Korbannya Menjadi Keluarga Kita
-
Isak Tangis Sambut Jenazah Korban Penembakan KKB
-
Tak Perlu Lapor, Kasus Keracunan MBG Disebut Murni Delik Biasa, Polisi yang Harus Bergerak
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Bencana Alam Tak Bisa Dihitung dengan Kalkulator
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
Terkini
-
Lima Tahun Holding Ultra Mikro, UMKM Makin Naik Kelas
-
Tati Purwanti Buktikan Mantan PMI Bisa Sukses, Bubur Cirebon Kini Hadir di Taipei
-
Kecelakaan Tunggal Cileungsi-Jonggol, Penumpang Bak Pikap Tewas Usai Tabrak Tiang Listrik
-
Sentul City Serahkan 423 Sertifikat Tanah PSU ke Pemkab Bogor
-
Dipicu Angin Kencang, Titik Api Baru Kembali Membakar TPA Galuga Bogor