Ribuan warga Cigudeg, Rumpin, dan Parungpanjang berdemonstrasi menuntut janji kompensasi Gubernur Jabar, pembukaan kembali tambang demi ekonomi, penyediaan lapangan kerja, serta percepatan pembangunan jalan khusus tambang yang belum terealisasi.
Di tengah guyuran hujan, massa menutup jalan nasional menggunakan truk tambang sebagai bentuk protes. Mereka mendesak Bupati Bogor agar tidak tinggal diam melihat kondisi ekonomi warga yang terpuruk.
Demonstrasi berakhir ricuh dengan perusakan kantor kecamatan setelah pernyataan Camat Cigudeg dinilai menyinggung perasaan warga. Massa yang kecewa melempari gedung dengan batu dan membakar ban di jalanan.
SuaraBogor.id - Senin siang (12/1/2026), wilayah Bogor Barat berubah menjadi lautan manusia. Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Bogor seolah tak mampu mendinginkan amarah ribuan warga dari Kecamatan Cigudeg, Rumpin, dan Parungpanjang.
Mereka turun ke jalan, mengepung Kantor Kecamatan Cigudeg dengan satu tujuan menuntut keadilan atas piring nasi mereka yang terancam.
Aksi yang bermula sebagai unjuk rasa menuntut hak ekonomi ini berubah menjadi kericuhan mencekam. Jalan Nasional yang menjadi urat nadi penghubung Bogor-Banten lumpuh total.
Bukan hanya oleh lautan manusia, tetapi juga oleh barikade truk-truk tambang raksasa yang diparkir melintang, menutup akses bagi siapa saja yang hendak melintas.
Massa aksi membawa kepedihan mendalam akibat kebijakan penutupan tambang yang diinisiasi oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Bagi ribuan warga ini, tambang bukan sekadar debu dan batu, melainkan sumber kehidupan.
Dalam orasinya, para demonstran menyuarakan empat tuntutan krusial yang harus segera dipenuhi pemerintah:
Realisasi Kompensasi: Menagih janji Gubernur Dedi Mulyadi terkait dana kompensasi bagi warga yang kehilangan mata pencaharian akibat penutupan tambang.
Pembukaan Kembali Tambang: Mendesak agar perusahaan tambang di Rumpin dan Cigudeg beroperasi kembali demi memutar roda ekonomi masyarakat.
Lapangan Pekerjaan: Menuntut pemerintah menyediakan alternatif lapangan kerja yang nyata bagi korban PHK massal akibat kebijakan ini.
Baca Juga: Puncak Bhakti Lintas Agama di Bogor: Bukti Nyata Toleransi Bukan Sekadar Wacana
Jalur Khusus Tambang: Meminta realisasi segera pembangunan jalan khusus tambang yang selama ini hanya menjadi wacana, agar konflik truk dan warga jalan raya bisa berakhir.
Salah satu orator, Ahmad Gojali alias Bule, dengan lantang menyentil pimpinan daerah. Ia meminta Bupati Bogor Rudy Susmanto dan Wakilnya untuk tidak menutup mata.
"Dengarkan aspirasi masyarakat," tegas Ahmad Gojali di atas mobil komando.
Situasi yang awalnya tegang namun terkendali, mendadak berubah menjadi chaos. Titik baliknya terjadi ketika Camat Cigudeg, Ade Zulfahmi, memberanikan diri naik ke mobil komando untuk merespons tuntutan warganya.
Namun, alih-alih menenangkan, kalimat yang keluar dari mulut orang nomor satu di kecamatan itu justru dianggap melukai perasaan demonstran yang sedang berjuang demi perut keluarga.
Di hadapan ribuan massa yang basah kuyup oleh hujan, Ade Zulfahmi berucap, "Saya bukan orang pergerakan," ucapnya.
Berita Terkait
-
Puncak Bhakti Lintas Agama di Bogor: Bukti Nyata Toleransi Bukan Sekadar Wacana
-
Ribuan Warga Blokade Jalan Nasional Bogor-Banten dengan Truk, Protes Keras Kebijakan Dedi Mulyadi
-
Euforia Berujung Petaka: Suporter Jadi Korban Pengeroyokan di Bogor Usai Nobar Persib vs Persija
-
Rela Bayar Rp90 Juta Sehari Demi Buang Sampah, Ini 4 Fakta Manuver Pemkot Tangsel ke Cileungsi
-
3 Wisata Alam di Cibinong untuk Healing Singkat Akhir Pekan
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Kurangi Limbah Dapur, ibis Styles Bogor Pajajaran Pakai Cangkang Telur Dukung Tani & Pendidikan Anak
-
Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang
-
20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor
-
Dini Hari Kelam di Cigudeg, Motor Trail Honda CRF Milik Warga Wargajaya Raib
-
Siap Sambut Pengunjung Mulai 2 November, Eiger Nature Wadahi Konservasi dan Pemberdayaan Warga Bogor