-
Pemkot Tangsel membuang 200 ton sampah per hari ke TPA Cileungsi melalui kerja sama bisnis dengan PT Aspex Kumbong untuk mengatasi penumpukan sampah di ruang publik.
-
Biaya retribusi pembuangan sampah tersebut mencapai Rp90 juta per hari, dengan tarif Rp450 ribu per ton, sebagai solusi jangka pendek sambil menunggu fasilitas di TPA Cipeucang rampung.
-
Kerja sama ini bersifat sementara karena Pemkot Tangsel sedang fokus menyiapkan lahan 5 hektare untuk proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik demi penanganan sampah yang lebih mandiri.
SuaraBogor.id - Masalah sampah di kawasan aglomerasi Jabodetabek memang tak ada habisnya. Baru-baru ini, Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengambil langkah strategis dan cukup mahal untuk mengatasi tumpukan limbah domestik warganya.
Tak tanggung-tanggung, Tangsel kini mengimpor sampahnya ke wilayah tetangga, tepatnya ke Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Langkah ini diambil sebagai solusi jangka pendek di tengah kapasitas TPA Cipeucang yang semakin kritis. Bagi warga Tangsel, isu ini penting untuk dikawal karena menyangkut anggaran daerah dan kenyamanan kota.
Berikut adalah 4 fakta menarik mengenai manuver Pemkot Tangsel dalam menangani krisis sampah yang dirangkum tim redaksi.
1. Biaya Fantastis: Rp90 Juta Per Hari
Fakta paling mencengangkan adalah besaran biaya yang harus dikeluarkan. Pemkot Tangsel harus merogoh kocek cukup dalam untuk membuang sampah ke fasilitas yang dikelola swasta tersebut. Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan, mengonfirmasi rincian biayanya.
"Kuotanya 200 ton, dengan retribusi sebesar Rp 450 ribu. Ya (per ton)," ungkap Pilar di Tangerang.
Jika dikalkulasikan, dengan volume 200 ton per hari dikali Rp450.000, maka Pemkot Tangsel menghabiskan dana Rp90 juta setiap harinya hanya untuk retribusi pembuangan sampah ke Cileungsi.
2. Kerja Sama B2B dengan Pihak Swasta, Bukan Pemkab Bogor
Baca Juga: 3 Wisata Alam di Cibinong untuk Healing Singkat Akhir Pekan
Perlu diluruskan bahwa kerja sama ini bukanlah Government to Government dengan Pemerintah Kabupaten Bogor, melainkan Business to Busines.
Pemkot Tangsel menggandeng PT Aspex Kumbong, sebuah perusahaan yang berlokasi di Jalan Raya Narogong, Cileungsi.
Langkah ini dinilai sah dan sudah diketahui oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) sebagai upaya darurat.
"Sambil menunggu proses pembangunan di TPA Cipeucang, kami melakukan kerjasama antar daerah. Sama halnya yang dilakukan DKI Jakarta dengan Bekasi dan ini sebetulnya sudah biasa. Namun, kami ada batasnya karena ini tidak mungkin terus menerus. Dan untuk sekarang kerjasama pengelolaan sampah bukan dengan Cileungsi tetapi dengan perusahaan," jelasnya.
3. Menunggu Revitalisasi TPA Cipeucang
Pembuangan sampah ke Cileungsi ini hanyalah "nafas buatan" sementara. Pemkot Tangsel sebenarnya sedang berpacu dengan waktu untuk membenahi TPA Cipeucang di Serpong. Rencananya, akan dibangun fasilitas mesin pencacah sampah dan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).
Berita Terkait
-
3 Wisata Alam di Cibinong untuk Healing Singkat Akhir Pekan
-
Jumat Kelabu di Bogor Selatan, Longsor Bonggol Bambu Timbun 2 Balita
-
Damkar Ciomas Bawa Mobil Tempur Cuma Buat Isi Kolam Renang Bocah yang Nangis Kejer
-
Damkar Bogor Gandeng Media Jadi Jembatan Edukasi Tanggap Bencana dan Bahaya Kebakaran
-
4 Fakta Tangsel Terjepit Krisis Sampah Usai Bogor dan Serang Tutup Pintu
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
Terkini
-
Audit Investigasi Tuntas! Bukti Transfer Ungkap Praktik Jual Beli Jabatan di Pemkab Bogor
-
Makin Praktis, Tebus Pegadaian Kini Bisa Lewat Aplikasi BRImo
-
Teka-teki Jual Beli Jabatan di Pemkab Bogor Terbongkar, 4 Oknum PNS Diserahkan ke APH
-
Viral Skandal Pelecehan Verbal di FH UI: 16 Mahasiswa Terancam Drop Out?
-
Oknum Polisi Berpangkat Bharaka Terlibat Lab Narkoba Jumbo