- Polres Bogor meningkatkan status dugaan pelecehan seksual di pesantren Kecamatan Ciawi menjadi tahap penyidikan karena bukti cukup.
- Penyidik menangani tiga laporan resmi yang melibatkan lima orang terlapor dengan latar belakang santri, senior, dan alumni.
- Pihak kepolisian mengonfirmasi terdapat tiga santri yang menjadi korban dan masih membuka peluang bagi korban lain melapor.
SuaraBogor.id - Kasus dugaan pelecehan seksual sesama jenis yang terjadi di salah satu pondok pesantren (ponpes) di Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, kini memasuki babak baru.
Pihak Kepolisian Resor (Polres) Bogor secara resmi telah menaikkan status perkara dari penyelidikan (lidik) ke tahap penyidikan (sidik).
Keputusan ini diambil setelah jajaran Satreskrim melakukan gelar perkara dan menemukan unsur pidana yang kuat dalam rentetan peristiwa tersebut.
Kasat PPA-PPO Polres Bogor, AKP Silfi Adi Putri, menjelaskan bahwa peningkatan status hukum ini didasarkan pada kecukupan bukti permulaan.
Dengan naiknya kasus ke tahap penyidikan, polisi memiliki kewenangan lebih luas untuk melakukan upaya paksa guna melengkapi berkas perkara.
"Kemarin sudah kami gelar perkara, sudah kami naikkan statusnya dari lidik menjadi penyidikan," tegas AKP Silfi Adi Putri saat memberikan keterangan kepada awak media, Kamis (28/5/2026).
Dalam kasus yang menggegerkan wilayah Ciawi ini, polisi menangani tiga Laporan Polisi (LP) secara resmi.
Menariknya, terdapat total lima orang terlapor yang diduga terlibat dalam aksi asusila tersebut.
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, para terlapor memiliki status yang beragam di lingkungan pesantren.
Baca Juga: 50 Persen Truk Sampah Kota Bogor Rusak, Lubang Body Cuma Ditambal Kardus
Mulai dari sesama santri aktif pria, senior di pondok pesantren, alumni yang sudah lulus namun masih menjalani masa "pengabdian" di ponpes tersebut.
“Ada satu terlapor yang namanya muncul di dua perkara berbeda. Sejauh ini, mereka cukup kooperatif dan hadir saat pemanggilan pemeriksaan di tahap penyelidikan kemarin,” tambah Silfi.
Meskipun isu mengenai jumlah korban sempat simpang siur di masyarakat, AKP Silfi memastikan bahwa hingga saat ini baru tiga santri yang berani bersuara dan membuat laporan resmi. Pihak kepolisian tetap membuka ruang bagi kemungkinan adanya korban lain yang ingin melapor.
“Yang kami proses sampai saat ini baru tiga orang yang membuat laporan. Sebagian lainnya menyatakan bukan sebagai korban atau memang belum bersedia memberikan laporan resmi,” ungkapnya.
Berita Terkait
-
50 Persen Truk Sampah Kota Bogor Rusak, Lubang Body Cuma Ditambal Kardus
-
Febry Ambon Ngaku Lempar Anggi Auliya dari Tol BORR Saat Masih Hidup, Motif Sakit Hati Terungkap
-
Rudy Susmanto Serahkan Sapi Kurban Bantuan Presiden ke Masjid Raya Nurul Wathon
-
Rudy Susmanto Serahkan Ratusan Hewan Kurban dan Soroti Integrasi Masjid Baitul Faizin
-
Luar Biasa! 109 Hewan Kurban dari Presiden Prabowo Sasar 34 Ribu Warga Bogor
Terpopuler
- Bedak Tabur atau Bedak Padat Dulu? Panduan Makeup Flawless Tahan Lama
- 4 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Sesuai Review Pembeli
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- Aisyah Zakkiyah, Komisaris Baru PTPP yang Viral Punya Gaji dan Tunjangan Miliaran
- Bedak Tabur Apa yang Bikin Glowing dan Tahan Lama? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
Terkini
-
Suhu Panas Picu Lonjakan Api, Damkar Kabupaten Bogor Ajak Warga Saling Tegur dan Waspada
-
Jadwal One Way Puncak Bogor Hari Ini, Minggu 12 Juli 2026: Ganjil Genap Ditiadakan
-
Seret Rumah Sentul Milik Eks Jampidsus FA, Kasus Korupsi Batu Bara Hubungkan PLN Hingga Asabri
-
DPRD Kota Bogor Gelar Rapat Paripurna, Bahas Raperda Strategis Demi Perkuat Pembangunan Kota
-
Ketua DPRD Kota Bogor Ajak Masyarakat Perkuat Partisipasi Politik Lewat Podcast KPU