Andi Ahmad S
Kamis, 28 Mei 2026 | 16:10 WIB
Ilustrasi Truk Sampah Kota Bogor (Ayobandung.com)
Baca 10 detik
  • Dinas Lingkungan Hidup Kota Bogor melaporkan 50 persen armada truk sampah kini dalam kondisi rusak parah.
  • Sebanyak 60 unit truk sampah telah memasuki masa pensiun namun masih dipaksa beroperasi mengangkut sampah kota.
  • Pemerintah Kota Bogor memprioritaskan pengadaan armada baru secara bertahap dalam APBD 2027 demi mendukung program PSEL.

SuaraBogor.id - Kondisi infrastruktur pengelolaan sampah di Kota Bogor kini tengah berada di titik kritis. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor mengungkapkan bahwa sebanyak 50 persen dari total armada truk sampah yang mereka miliki saat ini dalam kondisi rusak dan sudah tidak layak beroperasi (tidak laik jalan).

Kondisi ini memicu kekhawatiran mengenai efektivitas pengangkutan sampah dari Tempat Pembuangan Sementara (TPS) menuju TPA, terutama di tengah volume sampah kota yang terus meningkat.

Berdasarkan pantauan di lapangan, fisik truk-truk sampah tersebut tampak sangat memprihatinkan. Sebagian besar bodi truk sudah mengalami korosi atau karatan parah hingga berlubang.

Ironisnya, untuk mencegah sampah tercecer saat pengangkutan, lubang-lubang besar pada bak truk tersebut terpaksa ditutup secara darurat menggunakan potongan kardus bekas hingga lembaran triplek.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor, Denni Wismanto, membenarkan fakta bahwa dari total 120 armada truk sampah yang ada, 60 di antaranya sudah memasuki masa pensiun namun masih dipaksa bekerja.

"Memang 50 persen sudah tidak layak, bahkan ada yang usianya sudah lebih dari 10 tahun," ungkap Denni Wismanto, dilansir dari MetroBogor -jaringan Suara.com, Kamis (28/5/2026).

Keterbatasan armada yang prima diakui Denni menjadi penghambat utama optimalisasi pelayanan kebersihan.

Sebagai langkah solutif, pihaknya telah mengajukan usulan pengadaan unit baru yang diproyeksikan masuk dalam skala prioritas Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2027.

“Sudah diusulkan tahun depan dan penganggaran jadi skala prioritas. Namun, pengadaan akan dilakukan secara bertahap, disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah. Tidak bisa sekaligus diganti semua,” jelasnya.

Baca Juga: Warga RW 11 Kayumanis Bogor Pasang Spanduk Protes, Tegas Tolak Proyek PSEL di Pemukiman

Denni menekankan bahwa sangat penting bagi Kota Bogor untuk memiliki wajah layanan publik yang profesional, apalagi proyek PSEL tersebut melibatkan investor internasional.

"Peremajaan armada menjadi bagian yang sangat penting untuk menunjang program PSEL. Malu dong, fasilitas pengolahannya sudah canggih dan bagus, tapi armadanya tidak layak. Nanti tidak diterima oleh pihak pengelola PSEL (investor China)," pungkas Denni.

Load More