Andi Ahmad S
Kamis, 08 Januari 2026 | 23:52 WIB
Lokasi TPA Galuga di Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. ANTARA/M Fikri Setiawan.
Baca 10 detik
  • Kota Tangerang Selatan mengalami krisis pembuangan sampah setelah pemerintah Kabupaten Bogor dan Kota Serang kompak menghentikan penerimaan kiriman sampah akibat tekanan warga serta masalah teknis lingkungan.

  • Pemerintah Kabupaten Bogor menghentikan uji coba pengiriman sampah karena adanya ketidaksesuaian spesifikasi jenis sampah yang dikirim, guna mencegah dampak penumpukan limbah dan bau busuk di wilayah Cileungsi.

  • Kota Serang menghentikan sementara kerja sama pembuangan sampah di TPAS Cilowong untuk mengevaluasi aspirasi warga Taktakan yang mengeluhkan gangguan bau menyengat serta lalu lintas truk sampah dari Tangsel.

SuaraBogor.id - Kota Tangerang Selatan (Tangsel) sedang menghadapi ujian berat di awal tahun. Upaya menitipkan sampah ke daerah tetangga ternyata tidak berjalan mulus.

Dua daerah penyangga, Kabupaten Bogor dan Kota Serang, kompak mengambil sikap tegas untuk menolak atau menunda penerimaan sampah kiriman tersebut.

Situasi ini menempatkan Tangsel dalam posisi sulit. Penasaran apa alasan di balik penolakan ganda ini. Berikut adalah 4 fakta menarik yang wajib kamu tahu:

1. Bogor Pasang "Rem Darurat" Pasca Uji Coba

Fakta pertama datang dari timur. Pemerintah Kabupaten Bogor memutuskan untuk menghentikan sementara rencana pengiriman sampah ke Cileungsi.

Padahal, uji coba baru berjalan satu minggu. Sekda Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, dengan tegas meminta jeda.

"Saya sampaikan, tunggu dulu. Jangan dilanjutkan sebelum dilaporkan dan dibahas," kata Ajat.

Sikap ini menunjukkan kehati-hatian Bogor agar tidak kecolongan masalah di kemudian hari.

2. Dokumen vs Realita: Kertas atau Sampah Campur?

Baca Juga: Pemkab Bogor Hentikan Paksa Kiriman Sampah Tangsel di Cileungsi

Alasan utama Bogor menolak adalah ketidaksesuaian data. Dokumen menyebutkan sampah yang dikirim ke pabrik PT Aspex Kumbong adalah kertas untuk bahan baku industri.

Namun, realitasnya Tangsel butuh membuang sampah campur termasuk kain dan organik.

Jika sampah campur ini masuk, risiko pembusukan dan bau tak sedap akan menghantui warga Cileungsi.

"Yang dibutuhkan itu kejelasan. Karena kalau terjadi masalah di lapangan, pemerintah yang nanti akan disalahkan," tambah Ajat.

3. Serang Mundur Teratur Demi Warga Taktakan

Di sisi barat, Kota Serang yang sebelumnya welcome, kini berubah haluan. Wakil Wali Kota Serang, Nur Agis Aulia, mengumumkan penghentian sementara kiriman ke TPAS Cilowong.

Load More