-
Pemkab Bogor menghentikan sementara pengiriman sampah dari Tangsel ke Cileungsi guna mengkaji aspek legalitas, kejelasan operasional, serta kapasitas pengolahan agar tidak menimbulkan masalah lingkungan dan sosial di masyarakat.
-
Sekda Bogor menegaskan pentingnya rincian detail jenis sampah yang diolah PT Aspex Kumbong untuk mencegah penumpukan dan bau busuk yang mulai dikeluhkan warga di sekitar lokasi pengolahan.
-
Meski Tangsel sedang mengalami krisis sampah, Pemkab Bogor menolak melanjutkan kerja sama tanpa adanya kesepakatan jangka panjang dan jaminan pendampingan teknis yang melindungi kepentingan warga lokal Bogor.
SuaraBogor.id - Isu impor sampah kembali memanas di wilayah penyangga ibu kota. Setelah ditolak di Serang, kini giliran Pemerintah Kabupaten Bogor yang mengambil sikap tegas.
Pemkab Bogor secara resmi memasang rem darurat alias menghentikan sementara rencana lanjutan pengiriman sampah dari Kota Tangerang Selatan (Tangsel) ke wilayah Cileungsi.
Keputusan ini diambil bukan tanpa alasan. Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, menegaskan bahwa aspek legalitas dan kapasitas pengolahan sampah di lokasi tujuan, yakni PT Aspex Kumbong, masih menjadi tanda tanya besar.
“Uji coba sudah berjalan satu minggu dan muncul rencana untuk dilanjutkan. Saya sampaikan, tunggu dulu. Jangan dilanjutkan sebelum dilaporkan dan dibahas,” tegas Ajat dilansir dari Antara, Kamis 8 Desember 2026.
Ajat menyoroti ketidakjelasan dokumen awal yang diterima. PT Aspex Kumbong, yang berlokasi di Jalan Raya Narogong, sejatinya memiliki izin spesifik untuk mengolah sampah kertas.
Namun, realitas di lapangan menunjukkan potensi masuknya jenis sampah lain yang lebih kompleks, seperti sampah kain atau sampah domestik yang rawan membusuk.
“Yang dibutuhkan itu kejelasan. Karena kalau terjadi masalah di lapangan, pemerintah yang nanti akan disalahkan,” ujarnya.
Kekhawatiran ini beralasan, mengingat krisis sampah yang dialami Tangsel mencakup berbagai jenis limbah, bukan hanya kertas.
Jika sampah non-spesifikasi menumpuk dan tidak terolah, risiko bau busuk dan pencemaran lingkungan akan langsung menghantam warga Cileungsi.
Dampak sosial mulai terasa. Aktivitas dump truck yang hilir-mudik mengangkut 200 ton sampah per hari mulai memicu keluhan warga sekitar.
Baca Juga: Bukan Cuma Jinakkan Api, Damkar Bogor Jadi Pahlawan Penyelamatan Ribuan Kali di 2025
Bau tak sedap dan kemacetan menjadi isu yang tidak bisa diabaikan. Ajat menegaskan bahwa intensitas pengiriman harus disesuaikan dengan kemampuan mesin pengolah, bukan dipaksakan demi mengejar target buang.
"Jangan sampai posisinya sampah menumpuk, tidak tertangani dengan baik, tidak ada pendampingan, dan akhirnya terjadi pembusukan sampah yang merugikan masyarakat," jelas Ajat.
Sebelumnya, Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie, mengakui bahwa pengalihan ke Cileungsi adalah langkah darurat setelah akses ke TPAS Cilowong, Serang, ditutup.
"Sebanyak 200 ton sampah per hari akan dikirim ke Cileungsi selama 14 hari ke depan," ujar Benyamin.
Berita Terkait
-
Bukan Cuma Jinakkan Api, Damkar Bogor Jadi Pahlawan Penyelamatan Ribuan Kali di 2025
-
Cuma Butuh 37 Menit! Damkar Bogor Sat-Set Jinakkan Api di Gudang Kasur Metland Cileungsi
-
Nilainya Capai Rp4,7 Triliun, Jalan Puncak II Siap Dibangun Mulai 2026
-
Pemotor Wanita Hantam Pikap di Jalan Raya Cileungsi-Jonggol: Luka Robek di Kepala
-
Drama Penculikan Anak di Bogor Cuma Akal-akalan Bisnis, Begini Endingnya
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
Terkini
-
Sihir Messi Sampai ke Bogor: Cerita Warga Ciampea Terharu Emosi di Alun-Alun Tegar Beriman
-
Proyek PSEL Kayumanis Terancam Cacat Hukum, DPRD Kota Bogor Ingatkan Pemkot Jangan Asal Tabrak Perda
-
Jamin Jalur Wisata Bersih Bangunan Liar, Pemkab Cianjur Minta Pedagang Tunggu Kajian Relokasi
-
Mahfud MD Soroti Prosedur Cacat KUHAP Kasus Eks Jampidsus, KPK Pilih Merespons Hati-hati
-
Kali Baru Cibinong Lumpuh Total! 60 Truk Dikerahkan Angkut Ratusan Ton Sampah