- Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait buruknya pelayanan Puskesmas Cisarua di Google Review.
- DPRD Kabupaten Bogor akan meminta klarifikasi kepada Dinas Kesehatan dan manajemen puskesmas untuk mencari akar permasalahan.
- DPRD mendorong evaluasi kinerja Kepala Puskesmas Cisarua demi menjaga standar pelayanan kesehatan minimal bagi masyarakat luas.
SuaraBogor.id - Gelombang keluhan masyarakat terkait buruknya kualitas pelayanan di Puskesmas Cisarua akhirnya sampai ke telinga legislatif.
Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor memastikan akan turun tangan untuk meminta klarifikasi dari Dinas Kesehatan (Dinkes) serta pihak manajemen puskesmas tersebut.
Langkah ini diambil setelah fasilitas kesehatan di kawasan Puncak tersebut menjadi sorotan tajam netizen akibat rentetan ulasan negatif di platform Google Review yang mengeluhkan arogansi petugas hingga sistem antrean.
Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor, Wasto Sumarno, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam melihat keresahan publik. Ia berencana melakukan konfirmasi langsung guna mencari akar permasalahan yang terjadi di lapangan.
“Saya akan konfirmasi dulu ke Dinkes dan Kepala Puskesmasnya. Dengan adanya temuan (keluhan) tersebut, justru harus menjadi atensi bagi publik dan pemerintah untuk terus meningkatkan pelayanan,” ujar Wasto Sumarno, kepada wartawan belum lama ini.
Wasto menambahkan, evaluasi terhadap kinerja Kepala Puskesmas Cisarua menjadi salah satu poin utama yang akan didorong kepada Dinas Kesehatan agar standar pelayanan minimal (SPM) kesehatan di wilayah tersebut kembali terjaga.
Selain masalah teknis pelayanan, polemik ini melebar ke isu birokrasi. Muncul informasi di tengah masyarakat bahwa Kepala Puskesmas Cisarua telah menduduki jabatannya selama hampir sembilan tahun. Hal ini memicu spekulasi adanya kejenuhan kepemimpinan atau manajemen yang terlalu kaku.
Namun, Wasto Sumarno meminta publik untuk tetap objektif. Menurutnya, kualitas pelayanan dan durasi masa jabatan adalah dua variabel yang berbeda, meskipun keduanya memerlukan pendalaman.
“Itu dua hal yang berbeda. Yang pasti untuk soal pelayanan, saya minta evaluasi dulu ke Dinkes. Terkait masa jabatan, itu soal lain. Kita harus hati-hati agar penilaian tidak berkembang menjadi subjektif maupun tendensius terhadap individu tertentu,” tegas politisi senior tersebut.
Baca Juga: Sekda Bogor Evaluasi Menyeluruh Puskesmas, Kapus Cisarua Bakal Di Rolling?
Tag
Berita Terkait
-
Sekda Bogor Evaluasi Menyeluruh Puskesmas, Kapus Cisarua Bakal Di Rolling?
-
Puskesmas Cisarua Disorot, Bupati Rudy Susmanto Janji Evaluasi Menyeluruh
-
Puskesmas Cisarua Disorot: Obat BPJS Sering Kosong, Gaya Kepemimpinan 'Raja Kecil' Mencuat
-
Ingatkan Bupati dan DPRD, KPK Turun Tangan Benahi Perencanaan Anggaran di Kabupaten Bogor
-
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor Kawal Kasus Pungli Kemenag: Harus Transparan
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
Terkini
-
Sihir Messi Sampai ke Bogor: Cerita Warga Ciampea Terharu Emosi di Alun-Alun Tegar Beriman
-
Proyek PSEL Kayumanis Terancam Cacat Hukum, DPRD Kota Bogor Ingatkan Pemkot Jangan Asal Tabrak Perda
-
Jamin Jalur Wisata Bersih Bangunan Liar, Pemkab Cianjur Minta Pedagang Tunggu Kajian Relokasi
-
Mahfud MD Soroti Prosedur Cacat KUHAP Kasus Eks Jampidsus, KPK Pilih Merespons Hati-hati
-
Kali Baru Cibinong Lumpuh Total! 60 Truk Dikerahkan Angkut Ratusan Ton Sampah