- Masyarakat mengeluhkan pelayanan Puskesmas Cisarua terkait sikap petugas, kekosongan stok obat, dan beban biaya pembelian obat mandiri.
- Pasien BPJS Kesehatan merasa terbebani karena harus membeli obat sendiri di apotek luar meskipun untuk penyakit ringan.
- Kepala Puskesmas Cisarua, dr. Eulis, menyebut kendala pelayanan disebabkan ketidakseimbangan jumlah tenaga kesehatan dengan populasi warga yang sangat besar.
SuaraBogor.id - Gelombang keluhan masyarakat terhadap Puskesmas Cisarua, Kabupaten Bogor, semakin meluas. Setelah sebelumnya viral terkait pelayanan petugas yang dinilai tidak ramah, kini puskesmas tersebut diterpa isu miring mengenai kekosongan stok obat serta dugaan gaya kepemimpinan raja kecil oleh sang Kepala Puskesmas (Kapus).
Sejumlah pasien pengguna BPJS Kesehatan mengaku kecewa karena sering diarahkan untuk membeli obat di apotek luar dengan biaya mandiri, meski mereka berobat untuk penyakit ringan.
Keresahan masyarakat ini mencuat melalui berbagai pengakuan pasien yang merasa terbebani. Padahal, sebagai peserta BPJS, mereka seharusnya mendapatkan fasilitas obat-obatan secara gratis dari puskesmas.
"Saya dan keluarga sudah beberapa kali berobat ke Puskesmas Cisarua, dan hampir setiap kali diberikan resep untuk beli obat di luar dengan alasan stok kosong. Padahal kami berobat penyakit ringan, bukan yang berat," ungkap salah satu pasien dalam keluhannya.
Hal senada disampaikan warga lainnya yang merasa kasihan terhadap lansia dan masyarakat kurang mampu. "Sangat memberatkan sekali jika harus beli obat di luar. Tolong ini menjadi perhatian pemerintah," tambahnya.
Kualitas pelayanan yang buruk ini diduga berkaitan dengan lamanya masa jabatan Kepala Puskesmas Cisarua. Beredar informasi bahwa puskesmas tersebut telah dipimpin oleh orang yang sama selama belasan tahun, sehingga memunculkan istilah "raja kecil".
Saat dikonfirmasi oleh Suara.com, Kepala Puskesmas Cisarua, dr. Eulis Irma Khumairoh, membenarkan bahwa dirinya sudah bertugas di puskesmas tersebut dalam waktu yang cukup lama.
"Tahu dari mana saya sudah lebih 10 tahun bertugas di Cisarua?" ucap dr. Eulis menjawab pertanyaan wartawan.
Meski demikian, dr. Eulis membela diri terkait ulasan negatif yang dialamatkan kepada instansinya. Ia menekankan bahwa beban kerja di Cisarua sangat tidak ideal antara jumlah tenaga kesehatan dengan jumlah penduduk yang harus dilayani.
Baca Juga: Sport Center Terbesar di Dunia Hadir di Rancabungur, Bupati: Lompatan Besar Pembangunan Bogor Barat
“Segala keterbatasan luas gedung yang minimalis dan jumlah SDM kami yang hanya 30 orang, tetapi kami harus melayani warga dengan jumlah 70.000 jiwa. Rasanya kurang adil kalau kami dinilai seperti ini (hanya dari ulasan negatif),” bela dr. Eulis.
Berita Terkait
-
Sport Center Terbesar di Dunia Hadir di Rancabungur, Bupati: Lompatan Besar Pembangunan Bogor Barat
-
Rancabungur Jadi Pusat Atlet Dunia, Kemenpora Siapkan Rp5 Triliun Bangun Akademi Olahraga di Bogor
-
Bupati Bogor Rudy Susmanto Lepas 335 Jemaah Haji Kloter 24: Doakan Kelancaran dan Haji Mabrur
-
Kembali Makan Korban, Jalur Tengkorak Cisarua Bogor Bikin Pemotor Jakarta Terluka Parah
-
5 Rekomendasi Wisata Alam Sukamakmur Bogor Wajib Dikunjungi Mei 2026
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Puskesmas Cisarua Disorot: Obat BPJS Sering Kosong, Gaya Kepemimpinan 'Raja Kecil' Mencuat
-
Sport Center Terbesar di Dunia Hadir di Rancabungur, Bupati: Lompatan Besar Pembangunan Bogor Barat
-
Rancabungur Jadi Pusat Atlet Dunia, Kemenpora Siapkan Rp5 Triliun Bangun Akademi Olahraga di Bogor
-
4 Rekomendasi Lampu Sepeda Terbaik 2026 dan Harganya
-
Bupati Bogor Rudy Susmanto Lepas 335 Jemaah Haji Kloter 24: Doakan Kelancaran dan Haji Mabrur