- Sekda Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelayanan seluruh Puskesmas di wilayah Kabupaten Bogor.
- Evaluasi ini menindaklanjuti keluhan masyarakat mengenai buruknya pelayanan kesehatan dan masa jabatan Kepala Puskesmas yang terlalu lama.
- Pemkab Bogor berencana melakukan rotasi jabatan serta reformasi birokrasi guna meningkatkan standar kualitas pelayanan kesehatan masyarakat.
SuaraBogor.id - Pemkab Bogor mengambil langkah tegas menanggapi gelombang keluhan masyarakat terkait buruknya pelayanan di sejumlah fasilitas kesehatan, khususnya Puskesmas Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Sekda Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, menegaskan bahwa atas instruksi Bupati, pihaknya kini tengah melakukan evaluasi total terhadap seluruh Puskesmas di wilayah Bogor.
Ajat menjelaskan bahwa Bupati Bogor memiliki perhatian yang sangat tinggi (concern) terhadap urusan kesehatan. Masalah Puskesmas Cisarua menjadi pintu masuk bagi Pemkab untuk membenahi sistem secara makro.
“Bukan hanya dari sisi fisik, beliau (Bupati) sangat keras kepada kami mengingatkan untuk peduli dengan pelayanan. Kalau ada Pustu (Puskesmas Pembantu) yang rusak atau Puskesmas yang layanannya buruk, beliau langsung atensi. Jadi, saat ini kami sedang mengevaluasi seluruh Puskesmas, bukan hanya Cisarua,” ujar Ajat Rochmat Jatnika kepada wartawan, Senin (25/5/2026).
Salah satu poin krusial yang disoroti publik adalah masa jabatan Kepala Puskesmas (Kapus) yang dinilai terlalu lama di satu tempat, sehingga memicu kejenuhan dan penurunan kualitas layanan (birokrasi raja kecil).
Ajat mengungkapkan bahwa Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) telah melakukan pembahasan serius mengenai pola karier para pejabat di sektor kesehatan.
“Idealnya, dari sisi pola karier, setidaknya setiap dua tahun dilakukan rolling (rotasi). Tujuannya agar mereka lebih luas mengenal dinas, tupoksi, dan kondisi masyarakat yang berbeda-beda. Itu kondisi ideal yang ingin kita ciptakan,” jelasnya.
Sekda tidak menampik fakta adanya kendala dalam merotasi pejabat, salah satunya adalah keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM) yang kompeten di lokasi tertentu. Hal ini seringkali memaksa seorang Kepala Puskesmas menjabat melebihi batas waktu ideal.
Namun, menanggapi isu bahwa Kapus Cisarua yang sudah terlalu lama menjabat menjadi penyebab layanan tidak maksimal, Ajat memberikan sinyal adanya penyegaran dalam waktu dekat.
Baca Juga: Motif Pembunuhan Wanita di Sholis Bogor, Pelaku Sakit Hati Dihina Yatim Piatu
“Ya, itu sedang kita evaluasi. Bukan hanya di situ, karena faktanya mulai dari 'ujung sampai ujung' banyak Kapus yang sudah lama menjabat. Ini yang sedang kita bahas untuk dilakukan langkah pembinaan yang lebih serius,” tambah Ajat.
Langkah Pemkab Bogor melakukan evaluasi lintas sektor ini menunjukkan komitmen Authoritativeness (Otoritas) dalam menjaga standar pelayanan publik. Dengan melibatkan BKPSDM, diharapkan terjadi reformasi birokrasi di tingkat faskes primer.
“Segala saran, masukan, dan keluhan masyarakat menjadi bahan pertimbangan utama kami. Kami ingin memastikan setiap rupiah anggaran kesehatan berbanding lurus dengan kepuasan masyarakat saat berobat,” pungkas Sekda.
Berita Terkait
-
Motif Pembunuhan Wanita di Sholis Bogor, Pelaku Sakit Hati Dihina Yatim Piatu
-
Kali Cijayanti Bogor Meluap! 138 Rumah di Babakan Madang Terendam Banjir, Satu Unit Ambruk
-
Lautan Manusia di Tugu Kujang, Dua Ambulans Terjebak Konvoi Kemenangan Persib di Bogor
-
Misteri Tragis Flyover Sholis Bogor, Alasan Korban Pamit Ngopi hingga Pelaku Diringkus
-
7 Fakta Pengejaran Pelaku Pembunuhan Wanita di Yasmin Bogor: Mobil Terguling hingga Sosok Korban
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- HP Vivo yang Bagus Seri Apa? Ini Rekomendasi Seri X, V, dan Y Sesuai Kebutuhan
- 4 Rekomendasi Sampo Urang-Aring untuk Menghitamkan dan Menyuburkan Rambut
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
Sekda Bogor Evaluasi Menyeluruh Puskesmas, Kapus Cisarua Bakal Di Rolling?
-
Motif Pembunuhan Wanita di Sholis Bogor, Pelaku Sakit Hati Dihina Yatim Piatu
-
Kali Cijayanti Bogor Meluap! 138 Rumah di Babakan Madang Terendam Banjir, Satu Unit Ambruk
-
Lautan Manusia di Tugu Kujang, Dua Ambulans Terjebak Konvoi Kemenangan Persib di Bogor
-
Misteri Tragis Flyover Sholis Bogor, Alasan Korban Pamit Ngopi hingga Pelaku Diringkus