-
Polsek Cileungsi mengungkap rekayasa penculikan yang dibuat oleh J dan rekannya untuk memeras orang tua J sebesar Rp60 juta, berlatar masalah utang bisnis mobil.
-
Kepolisian bekerja cepat memancing lokasi pelaku dengan mengirimkan foto uang tebusan. Setelah penyergapan, terungkap J dan rekannya bersekongkol.
-
Meskipun merupakan kasus rekayasa penculikan, pihak Polsek Cileungsi tidak melakukan penahanan dan semua pihak sepakat menyelesaikan persoalan tersebut secara kekeluargaan.
SuaraBogor.id - Kejadian unik kembali terjadi di Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor. Polsek Cileungsi berhasil mengungkap kasus rekayasa penculikan yang dilakukan pelaku J kepada orang tuanya.
Kejadian itu bermula saat orang tua J datang ke Polsek Cileungsi untuk melaporkan anaknya karena diduga diculik dan dimintai tebusan uang.
Kapolsek Cileungsi, Kompol Edison, bersama Kanit Intelkam AKP Purwanta, dan anggota kepolisian lainnya bergerak cepat menindaklanjuti laporan tersebut.
Edison menjelaskan, orang tua J mengaku menerima pesan permintaan tebusan sebesar Rp60 juta serta lokasi tempat anak mereka disebut-sebut sedang disekap.
“Pada siang orang tuanya datang laporan anak hilang. Malam laporan lagi ada anaknya ketemu tapi disekap karena minta tebusan terkait masalah bisnis,” kata Edison, Jumat 12 Desember 2025.
Polsek Cileungsi bersama orang tua J kemudian membuat skeman untuk mengungkap dugaan penculikan itu. Polsek Cileungsi mengirimkan foto uang untuk memancing pelaku penyekapan J agar mengirimkan lokasi agar segera menebus.
Setelah diberikan titik lokasi, Kapolsek Cileungsi bersama anggotanya langsung melakukan penyergapan pada lokasi yang dikirim pelaku.
“Ketika diserlok itulah kita sergap tempatnya,” jelas dia.
Setelah disergap dan dilakukan pendalaman kepada terduga penculik dan korban penculikan, ternyata keduanya bersekongkol untuk mengelabui orang tua J.
Baca Juga: Ini 3 Hidden Gem Wisata Parung Panjang Bogor yang Cocok Buat Healing Akhir Tahun
Polisi mengungkap, peristiwa itu berawal dari persoalan bisnis jual beli mobil yang dijalankan J bersama seorang rekannya. Karena masalah utang yang tak kunjung diselesaikan, rekannya menahan J sebagai bentuk tekanan agar persoalan bisnis tersebut segera dirampungkan.
“Ternyata itu mereka ada ikatan bisnis yang tidak bisa diselesaikan oleh anaknya, kemudian anaknya disekap. Akhirnya kita bawa semua pihak dan diselesaikan secara kekeluargaan,” jelas dia.
Edison menyatakan bahwa dalam kasus ini tidak ada pihak yang ditahan. Seluruh pihak sepakat menyelesaikan masalah secara kekeluargaan tanpa melanjutkannya ke proses hukum.
“Tidak ada yang ditahan, karena diselesaikan secara kekeluargaan mereka,” tutup dia.
Kontributor : Egi Abdul Mugni
Berita Terkait
-
Ini 3 Hidden Gem Wisata Parung Panjang Bogor yang Cocok Buat Healing Akhir Tahun
-
Wajah Baru Pakansari! Masjid Nurul Wathon Siap Jadi Ikon Religi dan Bisnis Terpadu di Bogor
-
Jantung Ekonomi Mahasiswa IPB Terancam Digusur: Bara di Ujung Tanduk, Pedagang dan Mahasiswa Gelisah
-
Dr. Alim Setiawan Resmi Jadi Rektor IPB, MWA Titip Pesan 'DNA Unggul' ke Generasi Muda
-
Wajah Baru Sentul! Kujang Emas Raksasa Tugu Pancakarsa Jadi Ikon Anyar Kabupaten Bogor
Terpopuler
- Dapat Warisan PR Karhutla, Menko Polkam Dudung Siap Terjun Langsung ke Lokasi
- 4 Rekomendasi Pelembap Viva untuk Kulit Kering, Bantu Perbaiki Skin Barrier
- Aliran Minyak di Selat Hormuz Sudah Normal, Mengapa Harga BBM Masih Mahal?
- Selamat Tinggal Kevin Diks, Cabut Lebih Cepat dari Skuad Timnas Indonesia Usai Juara
- 8 Sneakers Lokal Paling Nyaman dan Modis untuk Gaya Harian, Mulai Rp200 Ribuan
Pilihan
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
-
Nama Puan Disebut Jadi Pengganti Gibran, Begini Respons Ketua DPR
-
Disaksikan Andi Gani dan Perwakilan Buruh, DPR Resmi Sahkan RUU Perlindungan Ketenagakerjaan Jadi UU
Terkini
-
Hadiri Hari Kesaktian Pancasila, Adityawarman Tegaskan Pentingnya Persatuan
-
DPRD dan Pemkot Bogor Sahkan Dua Perda, Pasar Rakyat dan Adminduk
-
KPK Periksa Menteri Nusron Wahid Hari Ini
-
33 Tahun Kayuh Becak, Kini Acep Beralih ke Becak Listrik Bantuan Prabowo
-
Prabowo Bagikan 160 Becak Listrik Pindad Gratis untuk Tukang Becak Lansia di Kota Bogor