SuaraBogor.id - Baru-baru ini Ustaz Yahya Waloni mendoakan Ustaz Quraish Shihab cepat mati. Hal itu nampaknya mendapatkan perhatian banyak orang, salah satunya yakni dari pegiat media sosial Yusuf Muhammad.
Menurut Yusuf spaan akrabnya, doa yang diucapkan Yahya Waloni merupakan doa yang jelek, tentunya hal itu biasanya akan berbalik ke diri sendiri.
Bahkan, Yusuf menjelaskan doa jelek itu sudah banyak contoh di mana orang yang mendoakan mati justru orang itu mati duluan.
"Biasanya kalau doa jelek itu balik ke diri sendiri. Sudah banyak kok contoh yang doakan org lain mati malah dia yang mati duluan, doain keburukan malah dia sendiri yang mendapati keburukan," cuit @yusuf_dumdum pada Senin, (5/4/2021).
Adapun ucapan Yahya Waloni yang mendoakan Ustaz Quraish cepat mati dapat dilihat dalam video yang diunggah Jarrak Pos Banten TV pada 4 Juni 2018.
Video tersebut diberi judul ‘Ustad Yahya Waloni Doakan KH Quraisy Shihab Cepat Mati.’
Awalnya, Yahya membahas kasus Ahok yang dipenjara atas kasus penistaan agama.
“Ahok sekarang dikurung dalam penjara, kenapa? Karena mengatakan Al-Maidah 51 membohongi," kata Yahya.
"Itu Ahok itu fanatis beragama Kristen. Woa.. Itu tukang bayar gajinya pendeta itu. Pura-pura saja dia itu mengakui Islam, bohong,” tambahnya.
Baca Juga: Abdullah Hehamahua: Ada Unsur Politik untuk Hancurkan Rizieq Sampai 2024
Yahya lalu mengatakan bahwa ada jemaah yang memintanya mendoakan Ahok masuk Islam. Namun, ia malah mendoakan agar Ahok cepat mati.
“Makanya jemaah bilang ‘ustaz doakan Ahok cepat masuk Islam’, (saya) doakan cepat mati,” ungkapnya.
Selanjutnya, Yahya juga mengungkit bahwa Rizieq Shihab dulu hadir sebagai saksi ahli melawan Ahok dalam persidangan.
Sementara, pihak yang menjadi saksi ahli pihak Ahok adalah ulama Quraish Shihab.
“Dipanggil ahli, sampai Habib Rizieq membawa kitab yang tebal, menafsir Al-Maidah," kata Yahya.
"Lalu yang pro Ahok, yang menjadi ahlinya Ahok, Quraish Shihab,” tambahnya lalu tertawa.
Berita Terkait
-
Pakar UGM Soal Tokoh Senior Masuk Wantimpres: Campuran Aspek Rekognisi dan Akomodasi Politik
-
Kalijodo Bakal Direvitalisasi, Gubernur Pramono Ingin Warisan Ahok Tetap Terjaga
-
Sengketa SD Islam Pembangunan, Yayasan: Itu Bukan Tanah Milik Negara!
-
Ahok Buka Suara Soal Kericuhan di Belitung Timur: Harga Beli Timah Harus Sesuai Pasar
-
Sebut Kasus Ahok, PMII Peringatkan Pramono Anung Usai Heboh Challenge Al-Quran Berhadiah Miras
Terpopuler
- OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka
- 2 Sabun Cuci Muka Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- Sepasang Sepatu Nike dari Manhattan dan Cerita di Balik Sosok Jenderal Maruli Simanjuntak
- Ini 3 Pilihan Terbaik HP Snapdragon Termurah dengan Layar AMOLED
- Lagu Runaway Menggema di SUGBK, Jadi Penutup Konser Kanye West di Jakarta
Pilihan
-
Kebakaran Hutan di Toraja Utara Hanguskan Kuburan Leluhur
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
Terkini
-
Dikenal Baik dan Sopan, Bobotoh 16 Tahun yang Tewas di Bogor Bikin Teman Sekampung Tak Percaya
-
Pesan Terakhir Bobotoh Persib 16 Tahun Sebelum Tewas: 'Berangkat ya, Van'
-
Pulang Nonton Persib, Bobotoh 16 Tahun Tewas Bersimbah Darah di Jalan Raya Jakarta - Bogor
-
Bus Colt Diesel Mundur Tak Terkendali, Tabrak Tembok dan Atap Bengkel di Babakan Madang
-
Jelang Laga Panas di Pakansari: Polres Bogor Pertemukan Suporter Garudayaksa, Persib hingga Jakmania