SuaraBogor.id - Harga daging ayam potong di sejumlah pasar tradisional Kabupaten Cianjur, Jawa barat mengalami kenaikan.
Menjelang bulan puasa, harga daging ayam potong di Cianjur naik, yang sebelumnya Rp28 ribu per kilogram kini menjadi Rp38 ribu per kilogram.
Hal tersebut membuat Pemerintah Kabupaten Cianjur akan segera melakukan upaya mengantisipasi.
Bupati Cianjur Herman Suherman saat dihubungi mengatakan, menjelang masuknya bulan puasa, pihaknya telah menginstrusikan dinas terkait untuk memastikan ketersediaan stok berbagai kebutuhan aman dan harga tidak sampai melambung, sehingga menyebabkan keresahan.
"Kami akan mengumpulan peternak hingga distributor untuk mencegah terjadinya lonjakan harga menjelang bulan puasa dan Lebaran nanti, terutama untuk jenis daging ayam dan sapi serta sembako," katanya.
Herman Suherman menjelaskan, untuk mencegah terjadinya lonjakan harga, pihaknya telah menyiapkan berbagai upaya antisipasi termasuk menggelar operasi pasar bersama Bulog Cianjur, sehingga harga kebutuhan pokok dan daging tetap stabil tidak sampai melambung.
Sementara menjelang masuknya bulan puasa, harga daging ayam di pasar tradisional mulai merangkak naik, pedagang menjual ayam dengan harga Rp38.000 per kilogram karena harga beli dari tingkat distributor mengalami kenaikan, namun kenaikan tersebut dinilai sudah tradisi menjelang masuknya bulan puasa.
"Sudah menjadi kebiasaan menjelang masuknya puasa dan lebaran, harga daging ayam mengalami kenaikan, namun diperkirakan kenaikan tidak akan sampai melambung karena tingkat pemakaian yang berkurang sejak pandemi yang sudah terjadi tahun lalu," kata Andri Willi pedagang daging ayam di Pasar Induk Pasirhayam Cianjur.
Kenaikan harga tambah dia, karena tingginya pemakaian menjelang masuknya bulan puasa atau menjelang lebaran nanti, sedangkan stok daging ayam hingga lebaran nanti, sangat mencukupi, sehingga pedagang tidak akan kesulitan mendapatkan pasokan.
Baca Juga: Minta Dipijat karena Tak Enak Badan, Gadis 17 Tahun Malah Dicabuli
"Kami memperkirakan kenaikan harga tidak akan sampai melambung karena tingkat pemakaian tidak setinggi pada puasa dua tahun lalu. Kemungkinan kenaikan harga akan terjadi hingga minggu pertama puasa dan kembali normal," katanya. [Antara]
Berita Terkait
-
Bupati Cianjur Wahyu Ferdian Bercita-cita Cepat Meninggal
-
'Takut Diamuk Massa': Alasan Klasik di Balik Tabrak Lari, Mengapa Jalanan Kita Begitu Beringas?
-
Menghidupkan Kembali Pasar Tradisional di Tengah Gemerlapnya Belanja Online
-
Ketahuan Saat Bayar Utang! Begini Kronologi Penangkapan Mahfud Dukun Pengganda Uang Asal Cianjur
-
Inflasi Maret 2026 Tembus 0,41 Persen, Kenaikan Harga Pangan dan Bensin Jadi Biang Keroknya
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
6 Rekomendasi Sepeda 1 Jutaan Terbaru yang Cocok untuk Bapak-Bapak
-
PFI Bogor Gelar Bedah Foto APFI 2026, Soroti Risiko dan Etika Jurnalisme Visual Dunia
-
Kembalinya Mahkota Raja Pajajaran, Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda Pukau Warga Bogor
-
Situasi Memanas di Tanah Sareal: Warga Tantang Oknum Pencopot Spanduk Tolak Sampah
-
Cek Line-up PBB 2026: 24 Musisi Siap Guncang Bogor, Dari Nadin Amizah Hingga The Adams