SuaraBogor.id - Selama Ramadhan ini, arus lalu lintas dan volume kendaraan menuju Puncak Bogor, Jawa Barat mengalami penurunan.
Bahkan, selama Ramadhan ini Satlantas Polres Bogor belum memberlakukan sistem one way baik menuju Puncak Bogor maupun Jakarta.
Kasat Lantas Polres Bogor Iptu Dicky Pranata mengatakan, berdasarkan laporan yang diterima pihaknya, sejak dua pekan ramadan ini belum ada tanda-tanda peningkatan jumlah kendaraan yang melintas di Kawasan Puncak Bogor.
Bahkan, jumlah kendaraan yang melintas di Kawasan Puncak Kabupaten Bogor, tergolong menurun jika dibandingkan akhir pekan sebelum ramadhan.
"Berdasarkan pantauan kami di lapangan dan laporan yang kami terima, selama ramadan ini arus lalu lintas di kawasan Puncak cenderung sepi. Mungkin karena Ramadhan sebagian besar tempat kuliner siang tutup," katanya, dilansir dari Ayobogor.com -jaringan Suara.com, Minggu (25/4/2021).
Dicky menambahkan, sejak pagi tadi belum nampak antrean kendaraan di beberapa titik kemacetan seperti GT Ciawi, Simpang Gadog, Pasar Cisarua, atau Simpang Taman Safari.
"Polres juga belum memberlakukan sistem satu arah atau one way. Penutupan arus kendaraan akan dilakukan secara situasional melihat kondisi di lapangan," ujarnya.
Ia menghimbau kepada pengendara dari luar Bogor, agar para pengendara yang melakukan perjalanan untuk melengkapi dengan surat negatif antigen atau sertifikat vaksin.
Polres Bogor juga meminta agar pengendara yang melintas di Jalur Puncak waspada agar waspada cuaca ekstrem yang kerap terjadi di wilayah Bogor setiap sore menjelang malam.
"Pada saat hujan pandangan bisa tertutup lantaran kabut serta licin. Kontur jalan yang berkelok dan sebagian turunan dan curam sangat rentan terjadi kecelakaan lalu lintas. Jadi kondisi pengemudi dan kendaraan harus sehat saat melintas di Jalur Puncak," tukasnya.
Baca Juga: Saat Haid Dilarang Puasa, Tapi Muslimah Bisa Lakukan Banyak Amaliah Ramadan
Berita Terkait
-
Kasus Korupsi LPEI Berkembang, Kejati DKI Tetapkan 4 Tersangka Baru dan Sita Aset Rp566 Miliar
-
Bahas Impor Energi AS, Airlangga Sambangi KPK
-
KAI Hidupkan Nostalgia, Dua Lokomotif Lawas Tampil dengan Livery Klasik
-
Bukan Sekadar Genangan, Listrik Jadi Pembunuh Senyap Saat Banjir Jakarta
-
Mengapa Proyek Monorel Jakarta Gagal Terbangun?
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
Terkini
-
Mencari Kebenaran di Balik Asap Nanggung Bogor, Akankah Ada Temuan di Lubang-lubang Tikus?
-
Polres Bogor Telusuri Asap Misterius di PT Antam
-
Klarifikasi PT Antam: Tidak Ada Ledakan dan Korban Jiwa, Operasional Berjalan Normal
-
Viral 700 Orang Terjebak Gas Beracun di Antam Pongkor? Ini Kata Bupati Rudy Susmanto
-
Bukan 700 Nyawa Melayang, Ternyata Ini Arti 'Angka Keramat' yang Bikin Heboh Tambang Antam Bogor