Andi Ahmad S
Senin, 02 Maret 2026 | 15:36 WIB
Ilustrasi 520 Keluarga di Bogor-Sukabumi Kini Nikmati Listrik Mandiri [Ist]
Baca 10 detik
  • Star Energy Geothermal (SEG) memperluas akses listrik bersih untuk 520 keluarga di sekitar PLTP Salak.
  • Program Elektrifikasi Berbasis Komunitas ini dilaksanakan bertahap mulai tahun 2018 hingga 2025.
  • Bantuan meliputi pemasangan instalasi listrik mandiri bagi warga di Kabupaten Bogor dan Sukabumi.

SuaraBogor.id - Star Energy Geothermal (SEG), perusahaan energi panas bumi terkemuka, kembali menunjukkan komitmennya terhadap pemberdayaan masyarakat dan pembangunan berkelanjutan.

SEG berhasil memperluas akses energi bersih bagi 520 keluarga di sekitar wilayah operasi Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Salak.

Program ini, yang disebut Elektrifikasi Berbasis Komunitas, dilaksanakan secara bertahap sepanjang 2018–2025 sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan.

Program ini mencakup pemasangan instalasi listrik rumah tangga, penyediaan alat penerangan serta dukungan penyambungan KWH mandiri bagi warga di Kabupaten Bogor dan Kabupaten Sukabumi yang sebelumnya belum memiliki akses listrik sendiri atau masih menyambung ke rumah tetangga.

Head of Social Investment, Policy, and Corporate Communication SEG, Laksmi Prasvita, menyampaikan bahwa program elektrifikasi merupakan investasi sosial jangka panjang yang mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat.

"Program Elektrifikasi ini merupakan wujud komitmen kami untuk memastikan kehadiran operasional PLTP Salak memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar. Akses listrik tidak hanya menghadirkan penerangan, tetapi juga membuka peluang peningkatan pendidikan, produktivitas, dan pengembangan usaha warga,” ujar Laksmi.

Program Elektrifikasi Berbasis Komunitas ini diimplementasikan secara bertahap dan terukur:

  • 2018: Menjangkau 115 KK di Desa Cianaga, Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi.
  • 2023: Bantuan diperluas kepada 123 KK di Desa Cihamerang dan Desa Mekarjaya.
  • 2024: Sebanyak 141 KK di wilayah Kabandungan dan Desa Cibunian, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor menerima manfaat.
  • 2025: 141 rumah tangga kembali memperoleh akses listrik mandiri, terdiri atas 71 KK di Desa Ciasmara, Kecamatan Pamijahan, dan 70 KK di Desa Pulosari, Kecamatan Kabandungan.

Sepanjang 2025, SEG juga mencatat dampak sosial yang lebih luas, di mana 953 orang dan 19 institusi menerima manfaat berbagai program lain, antara lain:

  • Pendidikan: Beasiswa, pelatihan guru dan siswa sahabat budaya.
  • Ekonomi: Pelatihan budidaya pertanian, pendampingan UMKM, pengembangan usaha BUMDES, dan pemeriksaan kesehatan keluarga.
  • Lingkungan: Pelatihan perikanan budidaya ikan torsoro dan peningkatan kapasitas serta pelatihan pengurus bank sampah.

Laksmi menambahkan bahwa pendekatan pemberdayaan yang dilakukan SEG berfokus pada keberlanjutan dan kemandirian masyarakat.

Baca Juga: Membangun Fondasi Masa Depan, BGN Fokus Intervensi Gizi di Dua Titik Kritis Anak

“Kami ingin memastikan bahwa setiap program pada awalnya berfungsi sebagai katalis untuk mendorong masyarakat menjadi lebih mandiri dan berdaya secara ekonomi maupun kelembagaan,” jelasnya.

Kepala Desa Pulosari, Dirja Miharja, menyampaikan bahwa program bantuan elektrifikasi sangat membantu warga yang sebelumnya belum memiliki sambungan listrik mandiri.

“Program ini sangat membantu warga kami. Pemasangan KWH dilakukan secara gratis, sehingga masyarakat tidak lagi terbebani biaya awal yang cukup besar,” ujarnya.

Load More