- Star Energy Geothermal (SEG) memperluas akses listrik bersih untuk 520 keluarga di sekitar PLTP Salak.
- Program Elektrifikasi Berbasis Komunitas ini dilaksanakan bertahap mulai tahun 2018 hingga 2025.
- Bantuan meliputi pemasangan instalasi listrik mandiri bagi warga di Kabupaten Bogor dan Sukabumi.
SuaraBogor.id - Star Energy Geothermal (SEG), perusahaan energi panas bumi terkemuka, kembali menunjukkan komitmennya terhadap pemberdayaan masyarakat dan pembangunan berkelanjutan.
SEG berhasil memperluas akses energi bersih bagi 520 keluarga di sekitar wilayah operasi Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Salak.
Program ini, yang disebut Elektrifikasi Berbasis Komunitas, dilaksanakan secara bertahap sepanjang 2018–2025 sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan.
Program ini mencakup pemasangan instalasi listrik rumah tangga, penyediaan alat penerangan serta dukungan penyambungan KWH mandiri bagi warga di Kabupaten Bogor dan Kabupaten Sukabumi yang sebelumnya belum memiliki akses listrik sendiri atau masih menyambung ke rumah tetangga.
Head of Social Investment, Policy, and Corporate Communication SEG, Laksmi Prasvita, menyampaikan bahwa program elektrifikasi merupakan investasi sosial jangka panjang yang mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat.
"Program Elektrifikasi ini merupakan wujud komitmen kami untuk memastikan kehadiran operasional PLTP Salak memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar. Akses listrik tidak hanya menghadirkan penerangan, tetapi juga membuka peluang peningkatan pendidikan, produktivitas, dan pengembangan usaha warga,” ujar Laksmi.
Program Elektrifikasi Berbasis Komunitas ini diimplementasikan secara bertahap dan terukur:
- 2018: Menjangkau 115 KK di Desa Cianaga, Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi.
- 2023: Bantuan diperluas kepada 123 KK di Desa Cihamerang dan Desa Mekarjaya.
- 2024: Sebanyak 141 KK di wilayah Kabandungan dan Desa Cibunian, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor menerima manfaat.
- 2025: 141 rumah tangga kembali memperoleh akses listrik mandiri, terdiri atas 71 KK di Desa Ciasmara, Kecamatan Pamijahan, dan 70 KK di Desa Pulosari, Kecamatan Kabandungan.
Sepanjang 2025, SEG juga mencatat dampak sosial yang lebih luas, di mana 953 orang dan 19 institusi menerima manfaat berbagai program lain, antara lain:
- Pendidikan: Beasiswa, pelatihan guru dan siswa sahabat budaya.
- Ekonomi: Pelatihan budidaya pertanian, pendampingan UMKM, pengembangan usaha BUMDES, dan pemeriksaan kesehatan keluarga.
- Lingkungan: Pelatihan perikanan budidaya ikan torsoro dan peningkatan kapasitas serta pelatihan pengurus bank sampah.
Laksmi menambahkan bahwa pendekatan pemberdayaan yang dilakukan SEG berfokus pada keberlanjutan dan kemandirian masyarakat.
Baca Juga: Membangun Fondasi Masa Depan, BGN Fokus Intervensi Gizi di Dua Titik Kritis Anak
“Kami ingin memastikan bahwa setiap program pada awalnya berfungsi sebagai katalis untuk mendorong masyarakat menjadi lebih mandiri dan berdaya secara ekonomi maupun kelembagaan,” jelasnya.
Kepala Desa Pulosari, Dirja Miharja, menyampaikan bahwa program bantuan elektrifikasi sangat membantu warga yang sebelumnya belum memiliki sambungan listrik mandiri.
“Program ini sangat membantu warga kami. Pemasangan KWH dilakukan secara gratis, sehingga masyarakat tidak lagi terbebani biaya awal yang cukup besar,” ujarnya.
Berita Terkait
-
Membangun Fondasi Masa Depan, BGN Fokus Intervensi Gizi di Dua Titik Kritis Anak
-
Jadwal Imsak dan Buka Puasa Bogor, Depok dan Cianjur Sabtu 28 Februari 2026
-
Viral! Sebulan Laporan Pelecehan di KRL Bogor Menggantung, Korban Akhirnya Speak Up di Medsos
-
Bogor Dikepung Cuaca Ekstrem, Menko AHY Dorong Infrastruktur Adaptif di Kota Hujan
-
Kecelakaan Maut di Cileungsi, Pengendara Suzuki Thunder Tewas Usai Diseruduk Dump Truk Hino
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
Pilihan
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
Terkini
-
KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT
-
KPK Dikabarkan OTT di BPN Kabupaten Bogor, Sejumlah Pihak Diamankan?
-
Kisah Dewi Natalia, Mantri BRI yang Dampingi 380 Debitur hingga Lepas dari Rentenir
-
Tangani Kebakaran TPAS Galuga 24 Jam, Bupati Bogor Kerahkan Tim Patroli Jalan Kaki hingga Alat Berat
-
Berjibaku 24 Jam di TPAS Galuga, Sinergi Bogor Raya Tekan Kobaran Api Hingga Sisa Titik Akhir