SuaraBogor.id - Sudah sepekan lamanya kobaran api terjadi di lokasi penampungan ban bekas yang terbakar di Bojongnangka, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor Jawa Barat.
Hingga saat ini, kepulan asap hitam dan kobaran api masih terlihat di lokasi penampungan ban bekas yang terbakar di Bogor tersebut.
Meski petugas pemadam kebakaran sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menjinakkan api, namun kepulan asap dan kobaran api berukuran sedang masih terlihat di sejumlah titik di lokasi kebakaran.
Bermodalkan 10 unit mobil pemadam kebakaran, satu unit beko dan satu unit buldoser, petugas damkar masih terus melakukan upaya pemadaman.
Petugas juga melakukan pendinginan dengan cara menyemprotkan air ke sejumlah titik api yang masih menimbulkan kepulauan asap.
Pendinginan tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kemunculan api, jika angin berhembus kencang. Meskipun ada titik-titik kepulan asap tanpa api, petugas tetap melakukan penyemprotan untuk mencegah kemunculan api kembali.
Komandan Sektor Cileugsi, Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bogor Hendra Kurniawan mengaku sempat kesulitan untuk menjinakkan api di lokasi.
Sebab, kemunculan titik api saat ini mayoritas berasal dari bawah tumpukan ban yang belum terbakar. Tak hanya itu, keterbatasan alat berat di lokasi juga semakin mempersulit petugas untuk menjinakkan api dari bawah tumpukan ban.
"Jadi posisi apinya ini adanya di bawah tumpukan ban. Untuk memadamkannya kita harus menggunakan alat berat. Jadi saat alat berat melakukan pengerukan kita semprot dari bawah, itu cara yang paling efektif menjinakkan sumber api yang berada di bawah tumpukan ban. Tapi posisinya saat ini kita hanya ada dua alat berat saja," katanya, Senin (26/4/2021).
Baca Juga: Pejabat Dinkes dan Kepala Puskesmas di Megamendung Jadi Saksi di Sidang HRS
Meski sempat beberapa kali membuat kobaran api mengecil hingga padam, namun api kembali muncul lantaran banyak bahan yang mudah terbakar.
Hal tersebut diperparah dengan masih adanya sumber bara api di bagian bawah tumpukan ban bekas, hal tersebut diduga menjadi penyebab munculnya api kembali ke permukaan.
"Kemarin-kemarin kita sempat berhasil sedikit menjinakkan apinya, tapi karena ini tumpukan ban bekas, kemungkinan yang berhasil kami padamkan itu bagian atasnya saja, dan ternyata bagian bawahnya masih ada bara api, makannya saat angin berhembus api muncul kembali," tuturnya.
Kobaran api pertama kali muncul pada Senin 19 April 2021 sekitar pukul 18.38 WIB. Sampai saat ini petugas pemadam kebakaran masih berupaya untuk menjinakkan api di lokasi.
Berita Terkait
-
Detik-detik Puting Beliung di Bogor Terbangkan Sayap Pesawat 300 Meter hingga Timpa Rumah Warga
-
Sarinah Kebakaran di Area Fasad pada Minggu Malam, Tetap Beroperasi?
-
Malam Tahun Baru 2026 Jalur Puncak Berlaku Car Free Night, Cek Jadwal Penyekatannya di Sini
-
Ruang Genset Kantor Wali Kota Jaksel Terbakar, 28 Personel Gulkarmat Diterjunkan
-
Kejari Bogor Bidik Tambang Emas Ilegal, Isu Dugaan 'Beking' Aparat di Gunung Guruh Kian Santer
Terpopuler
- 3 Mobil Bekas 60 Jutaan Kapasitas Penumpang di Atas Innova, Keluarga Pasti Suka!
- 5 Sepatu Lokal Senyaman Skechers, Tanpa Tali untuk Jalan Kaki Lansia
- 9 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- Cek Fakta: Viral Ferdy Sambo Ditemukan Meninggal di Penjara, Benarkah?
- 5 Sepatu New Balance yang Diskon 50% di Foot Locker Sambut Akhir Tahun
Pilihan
-
4 HP Memori Jumbo Paling Murah dengan RAM 12 GB untuk Gaming Lancar
-
In This Economy: Banyolan Gen Z Hadapi Anomali Biaya Hidup di Sepanjang 2025
-
Ramalan Menkeu Purbaya soal IHSG Tembus 9.000 di Akhir Tahun Gagal Total
-
Tor Monitor! Ini Daftar Saham IPO Paling Gacor di 2025
-
Daftar Saham IPO Paling Boncos di 2025
Terkini
-
Pesta Mabuk Batal! Polres Bogor Gilas 9.873 Botol Miras Ilegal Jelang Malam Tahun Baru
-
Kejari Bogor Tuntaskan Ribuan Kasus hingga Setor Denda Tilang Rp405 Juta
-
Menatap 130 Tahun, BRI Torehkan Capaian Impresif dan Perkuat Kontribusi bagi Perekonomian Nasional
-
3 Rekomendasi Sepeda Bekas Terbaik untuk Bapak-Bapak: Nyaman, Awet, Mulai Rp1 Jutaan
-
4 Wisata di Caringin Bogor, Dari Rafting Seru hingga Ngopi Hits di Hutan Pinus