SuaraBogor.id - Polisi saat ini masih memburu oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS), yang diduga palsukan surat antigen COVID-19 di Cianjur, Jawa Barat.
Oknum PNS Cianjur diduga buat surat antigen palsu itu saat ini dalam pengejaran Polres Cianjur. Beberapa pegawai di Dinas Kesehatan Cianjur juga sudah dimintai keterangan terkait surat bebas COVID-19 antigen asli tapi palsu yang ditanda tangani kepala dinas.
"Kita akan panggil kepala dinas untuk dimintai keterangan terkait beredar-nya surat keterangan asli tapi palsu karena informasi secara lisan, pejabat di lingkungan dinas tidak pernah mengeluarkannya dan surat keluar harus disertai tes cepat antigen," katanya.
Hingga saat ini, ungkap dia, pihaknya masih mengembangkan kasus tersebut dengan cara memanggil sejumlah pihak di dinas terkait hal tersebut. Bahkan pihaknya segera menetapkan tersangka setelah kepala dinas memenuhi panggilan untuk dimintai keterangan terkait prosedur yang berlaku.
"Kami akan usut tuntas dan tidak akan segan untuk menangkap pelaku meskipun statusnya ASN. Kita tidak akan pandang bulu, kemungkinan ini jaringan," ujarnya menegaskan.
Kepala Dinas Kesehatan Cianjur, dr Irvan Nur Fauzy, mengatakan hingga saat ini, pihaknya telah melakukan penelusuran secara internal dengan meminta keterangan sejumlah pegawai yang mengeluarkan surat keterangan bebas COVID-19 antigen asli dari dinas.
Beberapa kejanggalan jelas terlihat dari surat keterangan palsu tersebut, terutama tanda tangan pejabat yang dipalsukan."Kami sudah menelusuri tanda tangan dan format surat keterangan tersebut, hampir sama dengan yang kami keluarkan," katanya.
Saat ini, pihaknya menyerahkan kasus tersebut ke pihak berwajib untuk ditindaklanjuti karena selama ini, pihaknya tidak mengeluarkan surat keterangan tanpa dilakukan tes cepat antigen."Tidak ada surat keterangan yang dikeluarkan tanpa tes terlebih dahulu," tutur-nya. [Antara]
Baca Juga: Bima Arya Imbau Seluruh PNS Bogor Sumbangkan THRnya Kepada Masyarakat
Tag
Berita Terkait
-
Prabowo Ungkap Prioritas Gaji Guru, PNS, dan Layanan Kesehatan
-
Kenapa Malaysia Terapkan 2 Hari WFH untuk PNS Mulai Agustus 2026?
-
Viral PMI Asal Cianjur Diduga Disiksa di Libya, Kemlu Ungkap Kondisinya
-
Jambore Perdana ABPEDNAS Cianjur Perkuat Tata Kelola Desa dan Perlindungan Hukum
-
Bobby Nasution Larang Keras ASN dan Pegawai BUMD di Sumut Pakai Vape
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Indonesia vs Kamboja Diperketat, Jalur Evakuasi dan Penyekatan Pakansari Disimulasikan
-
Kawal Laga Indonesia vs Kamboja, 1.097 Personel Gabungan Disiagakan di Stadion Pakansari
-
Festival Merah Putih 2026 Hadirkan 17 Agenda Spektakuler di Kota Bogor
-
4 Alasan Mengapa Anda Harus Beli Samsung Galaxy A56 Online Original Hanya Di Blibli
-
Nonton Timnas di Pakansari Besok? Simak Skema Pengalihan Lalu Lintas Polres Bogor