SuaraBogor.id - Permadi Arya alias Abu Janda lama menghilang kini muncul kembali. Abu Janda lama menghilang karena tersangkut kasus ujaran kebencian terhadap ucapan rasis ke Natalius Piqai.
Bukan namanya Abu Janda kalau tidak kontroversi. Kekinian, dia kembali menggemparkan dunia maya lewat postingan kontroversi di akun media sosialnya tersebut.
Disana, Abu Janda memposting foto di dalam Gereja, Abu Janda ikut membela Gus Miftah yang dihujat kafir saat orasi di Gereja belum lama ini.
Dilansir dari Suara.com, Abu Janda juga menyoroti fatwa haram yang dikeluarkan oleh Ustaz Abdul Somad (UAS) terkait hukum umat muslim masuk ke rumah ibadah agama lain.
Menurutnya hal itu terlalu berlebihan, karena Abu Janda sering keluar-masuk Gereja.
"Alhamdulillah, saya muslim, dan saya sudah keluar masuk gereja. Saya mengagumi keindahan arsitektur dan interiornya," demikian ditulis di akun instagram miliknya @permadiaktivis2, Rabu 5 Mei 2021.
Baginya jika ingin menjadi muslim yang baik, maka tak perlu mendengar apa yang disampaikan oleh Ustaz Abdul Somad.
Mengutip suaracom jaringan terkini.id, Abu Janda juga menyebut jika dirinya enggan masuk surga di akhir kelak jika di dalamnya ketemu Habib Rizieq Shihab, Ustaz Abdul Somad, dan Tengku Zulkarnain.
Abu Janda rela memilih masuk neraka ketimbang harus ketemu orang-orang tersebut.
Baca Juga: UAS Pimpin Ratusan Santri Geruduk Kafe yang Jual Miras di Bulan Ramadhan
"Jika saya sebagai Muslim bakal masuk neraka (menurut mereka) hanya karena saya mengucapkan selamat natal atau masuk ke dalam gereja,"ujarnya.
"So be it (biarkanlah!) minimal di akhirat nanti saya tidak akan bertemu Rijik cabul, Somad, Tengkuzul, dkk. Najis tralala juga kalo harus ngabisin kekal selamanya bersama mereka," jelas Abu Janda lagi.
Berkat postingan foto itu, ramai-ramai warganet mendukung Abu Janda. Bahkan warganet mengaku senang dengan kembalinya Abu Janda di media sosial.
"Manusia tidak berhak mengkafir-kafirkan orang dan tidak berhak melarang orang lain menghormati agama lain. Tuhan itu sangat teramat baik," kata akun instagram @chistysuatan.
"Anjayyyy lama ogut gak denger kalimat "najis tralalalala" ngakak," ucap akun instagram @adi_joey_beden.
"Wkwkwk saya suka. Kembali seperti dulu lagi! Bg Permadi adalah orang yang paling terdepan membela kami sebagai minoritas ini. Saya ucapkan terimakasih," ujar akun instagram @baguz_nababan.
Berita Terkait
-
KPK Dalami Fakta Sidang soal Dugaan Aliran Uang Rp100 Juta ke Gus Miftah
-
Berapa Harta Kekayaan Gus Miftah? Ini 6 Sumber Kekayaannya
-
Gus Miftah Apakah Keturunan Kyai? Ini Silsilah Keluarga Miftah Maulana
-
Berapa Biaya Mengundang Gus Miftah? Begini Cara Mengundang Miftah Maulana
-
Kontroversi VAR Argentina Menang Dramatis, Mesir Kehilangan Keadilan?
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Sihir Messi Sampai ke Bogor: Cerita Warga Ciampea Terharu Emosi di Alun-Alun Tegar Beriman
-
Proyek PSEL Kayumanis Terancam Cacat Hukum, DPRD Kota Bogor Ingatkan Pemkot Jangan Asal Tabrak Perda
-
Jamin Jalur Wisata Bersih Bangunan Liar, Pemkab Cianjur Minta Pedagang Tunggu Kajian Relokasi
-
Mahfud MD Soroti Prosedur Cacat KUHAP Kasus Eks Jampidsus, KPK Pilih Merespons Hati-hati
-
Kali Baru Cibinong Lumpuh Total! 60 Truk Dikerahkan Angkut Ratusan Ton Sampah