SuaraBogor.id - Soal tidak adanya pengembalian biaya calon jamaah haji Kota Bogor yang gagal berangkat tahun 2021 ini menjadi perhatian khalayak umum, seperti perhatian dari para netizen.
Banyak netizen yang mengomentari kaitan 984 calon jemaah haji Kota Bogor gagal berangkat ke tanah suci tahun ini.
Dilihat di kolom komentar @bogor.terkini, para netizen menanyakan biaya keberangkatan calon jamaah haji yang gagal berangkat di Kota Bogor.
"BANSOS aj di Embat apa lg ini, apa sih yg gk di rezim ini," tulis akun @razhie_071 dikutip Suarabogor.id dari kolom komentar instagram @bogor.terkini, Jumat (4/6/2021).
"Transparan... Berani ngk? Duitnya ada dimana?," sahut akun @aghazali17.
"Duitnya abis buat infrsktr," tulis lagi akun @anshidqi.
"Koq jadinya saya berburuk sangka ya," tulis juga akun @gghillang.
Diberitakan sebelumnya, Sebanyak 984 calon jemaah haji Kota Bogor gagal berangkat ke tanah suci tahun ini.
Kementerian Agama Kota Bogor memastikan segala biaya keberangkatan calon jamaah haji tersebut dalam keadaan aman.
Baca Juga: Curhat Calhaj yang Batal Berangkat Tahun Ini: "Belum Tentu Tahun Depan Umur Kita Sampai"
Hal itu disampaikan Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama Kota Bogor Adeng Jaelani.
"Aman," katanya saat dihubungi, Kamis (3/6/2021).
Jaelani menyebut, saat ini dana atau biaya keberangkatan calon haji 2021 Kota Bogor dapat dipastikan aman.
Kendati begitu, menurutnya, tidak ada pengembalian biaya keberangkatan kepada 984 calon jemaah haji Kota Bogor pada Juni 2021 ini.
"Tidak ada kuota, tidak ada jadwal pelunasan(pengembalian.red)," tukasnya.
Dengan demikian, dapat disimpulkan biaya keberangkatan haji yang gagal berangkat pada Juni 2021 ini dapat dialokasikan untuk keberangkatan di jadwal selanjut.
Meskipun belum dapat dipastikan kapan keberangkatan bisa dijadwalkan ulang.
Sebelumnya, keputusan pembatalan keberangkatan 984 jemaah haji, menarik perhatian Pemrintah Kota Bogor.
Dalam waktu dekat ini, Pemkot Bogor berencana akan berkordinasi dengan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas untuk meminta penjelasan lebih lanjut atas keputusan ini.
"Insya Allah dalam waktu dekat akan bertemu dengan Menteri Agama, antara lain akan meminta penjeladan lebih lanjut kepada menteri," katanya kepada awak media.
Sebab, kata Bima, Pemkot Bogor harus tahu lebih jelas terkait keputusan pembatalan keberangkatan haji tahun ini.
Sehingga nantinya Pemkot Bogor dapat menjelaskan kepada para calon jemaah haji asal Kota Bogor tentang dampak dari keputusan itu.
"Bagaimana nasibnya mereka, bagaimana statusnya, apakah kemudian ada kepastian pemberangkatan diundurnya kapan. Memang sudah dijadwalkan, tinggal menunggu waktu yang pas," tukas Bima Arya.
Berita Terkait
-
Prihatin atas Pengunduran Diri Uskup Bogor, Umat Katolik Gelar Aksi di Kedutaan Vatikan
-
Tasteclopedia Novotel Bogor, Pengalaman Iftar Ramadan 2026 Jelajah Sejarah Kuliner Nusantara
-
Klasemen IBL 2026 Jelang Pekan Keenam: Satria Muda di Puncak, Pelita Jaya Menguntit
-
Petaka di Jalur Besi Tanah Sareal: Warga Penjaga Palang Pintu Tergeletak Usai Tertemper Kereta
-
Bunga Bangkai Raksasa Kembali Mekar di Kebun Raya Bogor
Terpopuler
- Bedak Apa yang Tahan Lama? Ini 5 Produk yang Bisa Awet hingga 12 Jam
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- Pasca Penonaktifan, 3.000 Warga Kota Yogyakarta Geruduk MPP untuk Reaktivasi PBI JK
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
- 4 Pilihan Smart TV 32 Inci Rp1 Jutaan, Kualitas HD dan Hemat Daya
Pilihan
-
Polisi Jamin Mahasiswi Penabrak Jambret di Jogja Bebas Pidana, Laporan Pelaku Tak Akan Diterima
-
Komisi III DPR Tolak Hukuman Mati Ayah di Pariaman yang Bunuh Pelaku Kekerasan Seksual Anaknya
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
-
Selamat Jalan 'Babeh' Romi Jahat: Ikon Rock N Roll Kotor Indonesia Tutup Usia
-
Sidang Adat Pandji Pragiwaksono di Toraja Dijaga Ketat
Terkini
-
Liburan Seru di Citeureup Bogor, 3 Rekomendasi Destinasi Wisata Keluarga dan Gen Z
-
Pasca OTT PN Depok, KPK Petakan Titik Rawan Korupsi di Lingkungan Peradilan
-
KPK Soroti Korupsi di PN Depok: Gaji Naik Hanya Pengurang Risiko, Bukan Penentu
-
Dukung Program Pemerintah, BRI Salurkan KPP dengan Porsi 49% dari Total Nasional
-
Ketua TP PKK Kabupaten Bogor Desak Jajaran Bijak di Era Digital Demi Kesejahteraan Masyarakat