SuaraBogor.id - Agen penyelenggara ibadah haji di Depok merasa dirugikan oleh keputusan pemerintah, yang membatalkan pemberangkatan haji tahun 1442 Hijriah/2021 Masehi.
Salah satu agen haji yang mengalami kerugian cukup parah adalah Patuna Tour & Travel yang beralamat di Jalan Margonda Raya, Kota Depok.
Pemilik Patuna Tour & Travel di Depok Syam Resfiadi mengaku, kerugian yang dialami perusahaannya mencapai 20 miliar rupiah.
Kerugian ini tidak terelakkan, karena keputusan pemerintah membatalkan pemberangkatan haji turut menggagalkan keberangkatan 550 jemaah Patuna sejak tahun 2020.
“Kami jadi tidak ada pemasukan. 2 musim umroh dan 2 musim haji terlewat begitu saja. Sudah banyak juga pemilik agen yang sampai menjual aset, tanah bahkan perusahaannya untuk sekedar memberi makan keluarganya," ujar Syam ketika diwawancarai, Minggu (6/6/2021).
Meski begitu, Syam bersyukur atas ketegasan pemerintah dalam mengambil keputusan terkait pemberangkatan haji tahun 2021. Dengan begini, kata Syam, para jemaah dan agen haji langsung mendapat kepastian.
“Jadi kita tidak perlu lagi membicarakan kuota dan lain-lain di waktu yang singkat ini,” imbuhnya.
Menurut pria yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Serikat Penyelenggara Haji dan Umroh Indonesia (Sapuhi) ini, pemerintah memang perlu segera mengambil keputusan. Mengingat, pelaksaanaan ibadah haji tinggal satu bulan lagi.
“Tahun lalu, keputusan tidak ada haji diambil pada 20 Syawal, tahun ini di 22 Syawal atau kurang lebih sebulan dari pelaksanaan. Padahal normalnya, 6 bulan sebelum pelaksanaan kita sudah dapat kepastian dari pemerintah Arab Saudi perihal haji di tahun berjalan," papar Syam.
Baca Juga: KLHK Lepasliarkan 3 Individu Berang-Berang di Sungai Ciliwung
Meski belum ada informasi resmi, Syam mendengar bahwa pemerintah Arab Saudi akan menetapkan kuota haji sebanyak 60.000 jemaah, dengan pembagian 15.000 untuk jemaah dalam negeri dan 45.000 untuk jemaah luar negeri.
Bila demikian, Syam merasa pemberangkatan haji tahun 2021 memang lebih baik dibatalkan, sebab kuota jemaah per agen pasti sedikit sekali. Ia khawatir, pemasukan dari tiap jemaah tidak akan cukup untuk biaya operasional.
“Biasanya, Indonesia mendapat kuota 5% dari total kuota luar negeri atau sekitar 2.250 jemaah kalau isunya benar. Kuota ini kan harus dibagi lagi antar provinsi di Indonesia. Paling kebagian beberapa puluh jemaah per provinsi, sementara di Depok saja ada seratusan agen haji. Masa mau dijatah 1 jemaah yang berangkat per agen?," paparnya.
Menurut perhitungannya, memberangkatkan jemaah dalam jumlah kecil tidak akan menguntungkan agen haji. Sebaliknya, justru berpotensi meningkatkan jumlah kerugian karena proses yang dilakukan akan sama saja berapapun jemaah yang diberangkatkan.
“Kalau tidak ada pemberangkatan, kami tidak ada pemasukan. Tapi, kalau Indonesia hanya dapat kuota di bawah 10.000, lalu memaksakan pemberangkatan jemaah haji. Itu sama dengan bunuh diri bagi agen-agen. Jadi seperti makan buah simalakama," kata Syam.
Karena itu, Syam mengimbau agar masyarakat dan jemaah calon haji dapat lebih bijak menyikapi pembatalan ini. Jangan egois, apalagi menutup mata terhadap nasib para agen.
Berita Terkait
-
Siap-Siap! Perunggu hingga Kelompok Penerbang Roket Bakal Guncang Depok di The Popstival Vol. 2
-
KPK Siap Hadapi Praperadilan Eks Wakil Ketua PN Depok di Kasus Suap Lahan
-
Bawa Klub Presiden Prabowo Promosi, Widodo Cahyono Putro Justru Kecewa, Ini Alasannya
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Kedok Pekerja Migran, Imigrasi Gagalkan Keberangkatan 42 Calon Haji Ilegal di Bandara Soetta
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
5 Poin Panas Polemik PSEL Bogor: Mulai dari Ancaman Kesehatan Hingga Tawaran Studi Banding ke China
-
4 Rekomendasi Sepeda Gunung United Bike yang Ramah di Kantong Banget, Mulai Rp2 Jutaan
-
Kompak Desak Transparansi, Warga dan DPRD Hadang PSEL? Pemkot Bogor Tawarkan China sebagai Solusi
-
Redam Penolakan Warga, Pemkot Bogor Ajak Warga Kayumanis Studi Banding ke China Soal PSEL
-
Lepas Jamaah Haji, Ketua DPRD Kota Bogor Titip Doa untuk Kesejahteraan Warga