SuaraBogor.id - Ribuan anak di Cianjur positif Covid-19, data itu berdasarkan dari Satgas Covid-19 Cianjur yang menyatakan bahwa, sebanyak 177 diantaranya masih Balita, dan satu lainnya meninggal dunia karena Covid-19.
Jubir Penanganan dan Percerpatan Covid-19 Kabupaten Cianjur, Yusman Faisal, melalui keterangan tertulisanya pada wartawan menyebutkan, bahwa ribuan anak Covid-19 di Cianjur itu ada yang masih balita dan remaja.
"Hingga saat ini jumlah warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 tercatat telah mencapai 6.485 kasus. 1.081 diantaranya merupakan yang berusia dibawah dibawah lima tahun hingga remaja," katanya, Rabu (23/6/2021).
Dari sebanyak 1.081 itu, kata dia, terdiri dari 177 anak yang berusia dibawah lima tahun, sebanyak 904 orang masih berada diusia 5 - 19 tahun.
"Rata-rata pasien yang berusia di bawah 19 tahun saat ini sudah sembuh. Meskipun belum mengetahui berapa angka kesembuhan saat ini untuk pasien terkonfirmasi diusia anak," jelasnya.
"Kalau yang masih dirawat harus dicek dulu datanya ke rumah sakit. Namun hampir semuanya rata-rara sembuh. Selain itu dari 1.081 kasus, hanya ada satu pasien yang meninggal dunia," ucapnya.
Ia menjelaskan, ribuan anak yang dinyatakan terkonfirmasi positif tersebut, rata - rata terpapar dari orang tuanya. Namun tidak ada juga yang terpapar saat melakukan aktivitas diluar rumah.
"Sedangkan remaja ada yang terpapar langsung rata - rata mereka saat melakukan aktivitas di luar luar rumah, tapi kebanyakan anak apalagi usia balita itu terpapar dari orangtuanya," kata dia.
Kontributor : Fauzi Noviandi
Baca Juga: TOK! Bos Investasi Paket Lebaran Bodong di Cianjur Harus Ganti Rugi Rp 49 Miliar
Berita Terkait
-
Ketahuan Saat Bayar Utang! Begini Kronologi Penangkapan Mahfud Dukun Pengganda Uang Asal Cianjur
-
If Wishes Could Kill, Drama Horor Remaja Pertama Netflix Tayang 24 April
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Apa yang Tidak Boleh Dilakukan saat Campak? Ini Cara Aman Menghadapinya
-
Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi
Terpopuler
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- 6 Smartwatch di Bawah Rp1 Juta, Fitur Premium untuk Aktivitas Sehari-hari
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
Pilihan
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
Terkini
-
Desa BRILiaN Sausu Tambu Dorong Ekonomi Pesisir, Raih Pengakuan di Tingkat Nasional
-
DPRD Bogor Soroti LKPJ 2025, Bentuk 3 Pansus untuk Perkuat Pengawasan dan Aset
-
Bupati Bogor: Tidak Ada Ruang Bagi Narkoba, Sikat Hingga ke Akar!
-
Bersih-Bersih Internal, Pemkab Bogor Gandeng BNN Gelar Tes Urine Mendadak di Kantor Dinas
-
BRI Borong Penghargaan Domestik Dealer Utama SBN Terbaik 2025