SuaraBogor.id - Kelapa hijau dipercaya bisa tangkal Covid-19. Kini kelapa hijau diburu banyak orang, karena diklaim bisa menjaga kesehatan Covid-19.
Salah seorang penjual kelapa di Kota Cimahi Untung mengatakan, dirinya mengaku sejak kasus Covid-19 kembali meningkat, penjualan kelapa hijau miliknya pun ikut naik.
"Naiknya sih mulai kelihatan sejak Idulfitri. Tapi makin ke sini makin banyak yang nyari," ujar Untung disitat dari Ayobandung.com -jaringan Suara.com, Rabu (7/7/2021).
Sebelumnya, terang Untung, untuk menjual sekitar 150 butir kepala hijau, butuh waktu sekitar sepekan. Namun belakangan ini hanya butuh sekitar dua hari untuk menjual habis ratusan butuh kelapa.
"Sekarang banyak yang nyari itu kelapa butiran sama kelapa hijau. Naiknya memang sampai 2 kali lipat," ujarnya.
Untung menjual kepalanya dengan harga Rp8.000 per butir. Artinya jika hanya dalam dua hari bisa terjual 150 butir, ia bisa mendapatkan sekitar Rp1.200.000.
"Yang nyari ke sini katanya buat obat. Saya ambil kelapanya dari Tasik," ucap Untung.
Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Cimahi Zakaria Anshori mengatakan, air kelapa mengandung elektrolit yang cukup tinggi.
Air kelapa kaya akan kandungan kalium dan sodium yang merupakan salah satu senyawa pembentuk elektrolit.
Baca Juga: Duh! Pakar Asal AS Sebut Penyemprotkan Disinfektan di Indonesia Hanya Buang-buang Uang
Kandungan tersebut bisa mengembalikan daya tahan tubuh yang menurun akibat kekurangan cairan (dehidrasi). Di air kelapa itu banyak mengandung elektrolit tinggi.
"Kalau kita minum air kelapa otomatis kadar elektrolit akan kembali. Prinsipnya untuk menaikan daya tahan tubuh. Daya tahan tubuh turun itu salah satunya karena dehidrasi, kurang minum," jelas Zakaria.
Seperti diketahui, daya tahan tubuh menjadi salah satu penangkal virus seperti Covid-19. Sangat masuk akal jika kini kelapa hijau semakin diburu masyarakat di tengah lonjakan kasus Covid-19.
Berita Terkait
-
Bukan Sekadar Alat Bantu, AI Kini Diandalkan Ilmuwan untuk Temukan Obat Penyakit Kompleks
-
Jantung Jadi Penyakit dengan Klaim JKN Terbesar, Capai Rp17,35 Triliun
-
Jangan Tunggu Sakit, Ini Pentingnya Cek Tekanan Darah hingga Kolesterol Secara Berkala
-
Susah Fokus Bukan Cuma karena 'Gadget': Memahami Mitos Attention Span di Era Digital
-
Pelukan Suzume dan Pelajaran tentang Inner Child yang Sering Disalahpahami
Terpopuler
- Total Dana Korban Penipuan Tembus Rp811,1 Miliar, Sebanyak 702.833 Rekening Diblokir
- Media Inggris: FIFA ASEAN Cup Akal-akalan Infantino Pertahankan Posisi, Prabowo Kena Prank
- Arti Mimpi Ketemu Orang yang Sudah Meninggal tapi Tidak Bicara Menurut Primbon Jawa
- Aliran Minyak di Selat Hormuz Sudah Normal, Mengapa Harga BBM Masih Mahal?
- Selamat Tinggal Kevin Diks, Cabut Lebih Cepat dari Skuad Timnas Indonesia Usai Juara
Pilihan
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
-
Nama Puan Disebut Jadi Pengganti Gibran, Begini Respons Ketua DPR
Terkini
-
Cekcok Iuran Sampah Berujung Penganiayaan, Polisi Ringkus Pelaku Pemukulan Pedagang Sayur
-
Anggaran Bencana Bogor Besar, Tapi Mitigasi Dipertanyakan
-
Gandeng Pakar hingga Akademisi, WALHI Jabar Harap EIGER Nature Jadi Pilot Project
-
Dedie Rachim: Leuweung Batutulis Tak Bisa Sepenuhnya Jadi Hutan Kota
-
Hadiri Hari Kesaktian Pancasila, Adityawarman Tegaskan Pentingnya Persatuan