SuaraBogor.id - Musisi Indonesia Iwan Fals bandingkan ceramah Habib Rizieq Shihab dan Almarhum Gus Dur. Iwan Fals Sebut ceramah HRS Terlalu Keras.
Sebab, menurut Iwan Fals, sosok Habib Rizieq yang kerap mengenakan sorban putih itu ceramahnya terlalu keras dan berapi-api saat berada di balik mimbar.
Disitat dari Hops.id -jaringan Suara.com, pertama-tama Iwan Fals mendapat pertanyaan dari fansnya mengenai sosok kontroversial tersebut. Dia lantas menjawab, Habib Rizieq merupakan tokoh dengan pengikut banyak dan tersebar di mana-mana.
“IB HRS itu Habib Rizieq ya? Penganutnya banyak ya Habib Rizieq,” ujar Iwan.
Meski demikian, dia mengatakan, materi dakwah yang disampaikan HRS terlalu keras dan cenderung menggebu-gebu. Bahkan, saat sedang marah-marah, penceramah keturunan Arab Saudi itu terlihat menyeramkan.
“Cuma kalo saya liat di YouTube, keras ya orangnya Habib Rizieq itu. Menggebu-gebu. Kalo marahi orang didengernya serem-serem gimana gitu, gimana ya,” tutur Iwan Fals sambil menarik nafas panjang.
Iwan tak paham, apakah faktor usia yang menyebabkan dia tak cocok dengan ceramah HRS? Sebab, saat ini, dia lebih banyak mendengar materi dakwah yang disampaikan secara tenang dan tak terlalu berapi-api.
“Terlalu keras buat saya. Apa karena umur saya segini atau gimana tapi saya nggak bisa masuk. Ya tiap orang seleranya lain-lain,” terangnya.
Berkaca dari kriteria tersebut, Iwan mengaku lebih senang mendengar ceramah Gus Dur ketimbang Habib Rizieq.
Baca Juga: Kirim Sapi Kurban ke Gaza, Seruan HRS di Penjara: Makmurkan Masjid Lewat Salat Berjemaah!
“Saya suka kaya almarhum Gus Dur. Jadi bisa masuk gitu. Enggak kasar gitu,” tegasnya.
Lebih jauh, Iwan Fals mengaku tak mau mengomentari HRS terlalu jauh. Sebab, dia merupakan musisi atau pemain musik, sehingga tak layak bicara mengenai tokoh agama tertentu.
“Karena masih banyak alim ulama MUI, tokoh-tokoh berwibawa. Urusan kiai para kiai juga yang menjawab ini. Kalo saya ngamen, musik. Jawab soal urusan surga, rasanya aduh jauh sekali, ya. Apalagi untuk menilai Habib Rizieq.”
“Cuma itu saya kurang sepakat dengan caranya ceramah. Terlalu keras buat saya,” kata dia.
Berita Terkait
-
Hari Sumpah Pemuda, Tiga Tokoh Bangsa Terima Lifetime Achievement Award
-
Menafsir Hari Santri: Dari Resolusi Jihad ke Realitas Sosial Hari Ini
-
Membaca Wajah Pra-Reformasi Tanah Air di Buku Hari-Hari Indonesia Gus Dur
-
Rayakan Hari Literasi Sedunia dengan Mengenal 5 Buku yang Pernah Dilarang
-
Habib Rizieq Serukan Lawan Preman, Desak Pimpinannya Ditangkap Dijebloskan ke Penjara: Jangan Takut
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
Pilihan
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
Terkini
-
Jalan Trase Batutulis Bogor Kini Beroperasi Penuh 24 Jam
-
Penuhi Panggilan KPK, Jaro Ade Diperiksa soal Kasus Upah Pungut di Bogor
-
Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video
-
Bupati Bogor Sulap Horison Sayaga Jadi Destinasi Rekreasi
-
BRI Raih Empat Penghargaan di Top 20 Financial Institutions Award 2026