SuaraBogor.id - Kemenangan Greysia Polii dan Apriyani Rahayu tentunya menjadi kebanggaan bagi Indonesia. Namun, banyak partai memanfaatkan momen kemenangan atlet badminton pemenang medali emas seperti Partai Demokrat.
Terbaru ini pegiat media sosial, Yusuf Muhammad menyebut bahwa Partai Demokrat tak tahu malu sebab dulu pernah tersandung kasus korupsi Wisma Atlet, namun kini panjat sosial (pansos) kepada atlet badminton pemenang medali emas Greysia Polii dan Apriyani Rahayu.
Menyadur dari Terkini.id -jaringan Suara.com, Yusuf Muhammad khususnya menyinggung Ketua Umum (Ketum) Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Wakil Ketum, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) soal pansos kemenangan Greysia Polii dan Apriyani Rahayu.
Hal itu ia katakan sebagai respons terhadap poster ucapan selamat AHY dan Ibas kepada Greysia dan Apriyani.
Yusuf menyoroti bagaimana dalam poster tersebut, foto AHY lebih besar daripada foto Greysia dan Apriyani.
“Lah ini kan sungguh sangat memalukan, menurut saya. Masa ya, sekelas Ketua Umum Partai Demokrat, tapi cuma bisa nyelipkan foto dirinya buat nebeng pencitraan seperti itu,” ujarnya.
Adapun untuk poster Ibas, Yusuf menilai bahwa bahwa wajah adik AHY itu terlihat lebih “songong” ketimbang atlet pemenang medali emasnya.
“Gayanya bahkan terlihat lebih pelatih daripada pelatih bukutangkis Greysia dan Apriyani saat ini,” katanya.
Yusuf pun mengaku heran bahwa kedua kakak-beradik tersebut kompak nebeng pencitraan seperti itu.
Baca Juga: Deretan Anak Muda Indonesia yang Berhasil Harumkan Nama Bangsa
Padahal, kata Yusuf, keduanya bukan pelatih, asisten pelatih, atau bahkan sekedar orang yang memberikan hadiah kepada Greysia dan Apriyani.
“Tapi kalau soal pansos dan pencitraan, memang merekalah yang paling terdepan,” lanjutnya.
Yusuf Muhammad lantas mengungkit bahwa dulu, beberapa elite Partai Demokrat pernah tersandung kasus korupsi proyek pembangunan Wisma Atlet Hambalang.
“Lah anehnya, sekarang kok mereka masih berani pencitraan, menyelipkan foto dirinya bersama atlet peraih emas,” ungkap Yusuf.
“Lah ini kan namanya gak punya malu bos. Ya tapi mau gimana lagi, mungkin mereka ini memang sudah tidak punya malu,” sambungnya.
Tag
Berita Terkait
-
Bangun Ekonomi Tak Cukup Infrastruktur, Kualitas SDM Jadi Penentu
-
Demokrat Dukung Usulan Pemilu Dipisah: Tiket Pilpres Sebaiknya Hasil dari Pileg
-
Cegah Capres Membludak, Demokrat Condong Sepakati Syarat Minimal 2 Fraksi
-
Menko IPK Minta Kota Bersiap, tapi Mengapa Birokrasi Daerah Lambat?
-
AHY Diprediksi Bakal Jadi Pesaing Kuat Gibran di Bursa Cawapres 2029
Terpopuler
- 3 Moisturizer Kolagen untuk Kulit Keriput Usia 45 ke Atas, Bikin Wajah Kencang Sesuai Review
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Transjakarta Resmi Hapus 3 Rute Bus Penghubung Rusun, Warga Diminta Pakai Rute Alternatif
- 5 Novel Sejarah untuk Menelusuri Jejak G30S/PKI, Jangan Lupakan Masa Lalu!
- Perbedaan Pompa Air Jet Pump vs Pompa Celup Submersible untuk Sumur Dalam, Mana yang Cocok?
Pilihan
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
Terkini
-
Buntut Temuan Sel Mewah, Kalapas Cibinong dan 4 Pejabat Resmi Dicopot
-
Setelah Belasan Tahun Berjuang, Kampung Adat Urug Bogor Akhirnya Mengantongi Sertifikat Komunal
-
Lapas Rasa Apartemen di Cibinong, Ahmad Sahroni: Jangan Hukum Keras di Depan, Lemah di Belakang
-
Dituduh Huni 'Rumah Khusus' di Lapas Cibinong, Pengacara Ferdy Sambo Buka Suara
-
Bappisus Beri Tenggat Sepekan Usut Dugaan Kamar Apartemen di Lapas Cibinong