SuaraBogor.id - Polemik warna pesawat kepresidenan yang diganti menjadi warna merah terus mendapatkan sindiran dari Partai Demokrat. Kali ini, datang dari Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Demokrat, Jansen Sitindaon.
Sebagai orang yang mewakili Partai Demokrat, Jansen Sitindaon meminta orang-orang yang menggunakan Pesawat Kepresidenan untuk banyak-banyak berdoa agar selamat.
Menyadur dari Terkini.id -jaringan Suara.com, Jansen mengatakan itu sebagai sindiran kepada pihak-pihak yang dulu menolak pembelian Pesawat Kepresidenan, namun kini justru terus memakainya.
Hal tersebut ia sampaikan melalui akun Twitternya, @jansen_jsp pada Kamis, 5 Agustus 2021.
“Lawak Indonesia: Tolak pembelian pesawat presiden! Sudah datang, jual pesawatnya. 7 tahun berselang, terus dipakai ganti cat lagi,” katanya.
Jansen bahkan menyindir bahwa semoga pesawatnya tidak marah dinaiki orang-orang yang dulu menolaknya.
“Kalau naik, banyak-banyak doa kalian biar selamat. Apalagi yang beli masih terus kalian caci!” ungkapnya.
Sebelumnya, Jansen sudah mencuita beruntun terkait pengecatan Pesawat Kepresidenan dari biru-putih menjadi merah-putih.
Dalam pernyataan-pernyataannya, protes Jansen berfokus kepada orang-orang yang dulu menolak namun kini masih menggunakan pesawat tersebut.
Baca Juga: Viral Wisma Hambalang Dicat Biru Ada Bendera Demokrat, Buntut Ganti Cat Pesawat Jokowi
Menurut Jansen, Presiden Jokowi sendiri, pada tahun 2014, pernah mengatakan anggaran sebesar pembelian Pesawat Presiden bisa dipakai untuk menutupi kebutuhan mendasar.
“Padahal pak SBY cuma pakai pesawat ini beberapa bulan saja. Yang nolak malah terus pakai,” katanya.
Jansen bahkan sempat mengebut bahwa orang-orang tersebut telah durhaka kepada Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)
“Bagi siapapun kalian yang dulu nolak beli pesawat ini dan sekarang malah menikmati naik didalamnya, durhaka kalian ke pak SBY yang kalian hujat padahal cuma makai beberapa kali,” katanya pada Rabu, 4 April 2021.
“Jadi tiap kalian naik pesawat ini minta maaflah dalam hati agar tidak sial,” sambungnya.
Berita Terkait
-
Nama AHY Dikaitkan Kasus BGN, Demokrat Tegaskan Itu Fitnah
-
MK Ancam Coret Parpol Tanpa 30% Caleg Perempuan, Demokrat Tak Gentar
-
AHY: Perjuangan Demokrat Bukan Cuma Bagi-bagi Kurban, Tapi Kebijakan Pro-Rakyat
-
MK Ancam Gugurkan Parpol yang Tak Penuhi Kuota Caleg Perempuan, Begini Reaksi Demokrat
-
Enaknya Jadi Keluarga Presiden: Dapat Kekebalan Audit Pajak, Demokrat Tuduh Ada Korupsi
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Catat Tanggalnya! Ini Jadwal Penghentian Sementara Makan Bergizi Gratis di Kota Depok
-
KPK dan Ombudsman Pantau SPMB Cianjur, Kepala Sekolah Nekat Pungli Bakal Kena Sanksi Berat
-
Tatap Kualifikasi Piala Dunia, Prabowo: Apa Pun yang Bisa Kita Support Buat Timnas, Saya Lakukan
-
Sambut HJB ke-544, Jurnalis Se-Bogor Raya Siap Adu Taktik di Lapangan Hijau Sentul
-
Bawa Pesan Khusus dari Prabowo untuk Jokowi? Ini Fakta Pertemuan Didit Hediprasetyo di Solo