Pebriansyah Ariefana
Minggu, 08 Agustus 2021 | 11:43 WIB
Gunung Munara Rumpin (Youtube sans people)

SuaraBogor.id - Tempat wisata alam di Bogor simpan panorama pemandangan yang indah bak surga. Bogor tak hanya terkenal dengan beragam kulinernya yang selalu membuat rindu dan suasana tempatnya yang sejuk tetapi juga beragam tempat wisata alam yang dapat dikunjungi untuk menghilangkan penat.

Bogor menjadi salah satu tempat pelarian terdekat bagi masyarakat Jakarta dan sekitarnya untuk menikmati alam bebas terutama wisata curug atau air terjun yang banyak sekali dijumpai di kota hujan ini.

Suara.com telah merangkum beberapa tempat wisata alam yang perlu anda kunjungi ketika berada di Bogor.

1. Curug Love

Curug Love ( Youtube Salacca95)

Berjarak kurang lebih 38 km atau dua jam dari pusat kota Bogor, curug Love terletak di Bantar Karet, Nanggung, Bogor.

Sesuai dengan namanya curug atau air terjun ini memiliki bentuk yang serupa dengan simbol hati, namun masyarakat sekitar menyebutnya dengan nama curug Catang atau curug Leuwi Catang.

Akses menuju curug ini juga tak sulit, karena telah dibangun jalan setapak menuju ke curug yang melewati persawahan warga untuk turun ke curug disediakan tali tambang yang cukup besar yang membantu wisatawan untuk turun ke curug.

Curug dengan ketinggian sekitar 5 meter ini juga aman untuk berenang anak-anak karena arusnya yang tak terlalu deras.

Untuk masuk ke tempat wisata ini per orang hanya dikenakan tiket masuk sebesar Rp 10.000 dan tiket parkir Rp5.000

Baca Juga: Sejarah Jalan Suryakencana, Pusat Kuliner dan Pusat Pecinan Terbesar di Bogor

2. Lembah Tepus

Lembah Tepus (Youtube IZZY GOING)

Lembah Tepus memiliki Kolam bening yang terbentuk secara alami dengan warna air yang berwarna hijau tosca, Terletak di Jalan Curug Cigamea, Gunung Sari Kecamatan Pamijahan, Bogor.

Medan menuju lembah tepus tak terlalu sulit karena kendaraan roda empat juga bisa masuk ke tempat wisata ini.

Di sana telah disediakan tempat parkir untuk motor maupun mobil dengan tiket masuk sebesar Rp10.000 di depan dekat pintu masuk juga terdapat saung kopi, sangat tepat diseduh setelah menghabiskan waktu melakukan aktivitas di lembah Tepus.

Untuk melihat secara dekat lembah ini anda akan menuruni anak tangga alami dan menyebrang sungai melalui jembatan gantung. Air dari sungai yang jernih dan sejuk seketika membuat badan dan jiwa tenang.

3. Telaga Saat

Telaga Saat (Youtube Delvi Yenty)

Tempat wisata selanjutnya adalah Telaga Saat yang terletak di Desa Tugu Utara, Cisarua, Bogor.

Telaga Saat menjadi salah satu destinasi wisata populer di tahun 2020 yang masih layak dikunjungi hingga kini. Untuk masuk ke tempat Telaga saat anda akan dikenakan tiket masuk sebesar Rp21.000 per orang

Jalan menuju telaga Saat masih berupa tanah dengan bebatuan yang terjal sehingga pengendara harus berhati-hati untuk melalui jalan ini, selain itu juga jalan ini dapat dilalui oleh kendaraan roda dua atau empat.

Tiba di lokasi telaga Saat anda akan dikenakan tiket parkir sebesar Rp5000 kemudian memasuki pos telaga saat anda akan dikenakan kembali sebesar Rp10.000

Suasana sejuk ditambah dengan kabut yang tebal di pegunungan membuat wisatawan betah menghabiskan waktu liburannya di sini.

Ada beragam aktivitas yang dapat anda lakukan di telaga saat salah satunya adalah jogging atau yoga, anda tak perlu khawatir karena telah disediakan walking track untuk menunjang kegiatan jogging anda.

Selain itu di telaga Saat telah disediakan fasilitas seperti kamar mandi, mushola, dan pos jaga serta beberapa warung-warung kecil.

4. Desa Wisata Malasari

Desa Wisata Malasari (Youtube Obie Savana)

Menempuh perjalanan sekitar 3 jam dari Tangerang via Leuwiliang.

Desa Wisata Malasari terletak di Jalan Karamat Banteng, Desa Malasari, Kampung Karamat dengan tiket masuk per orang
Rp12.500

Anda juga dapat bermalam di desa ini di resort atau homestay yang disediakan oleh masyarakat sekitar, selama menempuh perjalan anda akan disuguhi pemandangan indah terasering dan hijaunya dari perkebunan teh Nirmala Agung.

Aktivitas yang dapat anda lakukan di desa ini antara lain adalah melihat sunrise dari atas bukit dengan kabut serta hijaunya pemandangan dari tumbuh-tumbuhan di sekitar bukit.

Selain itu juga desa Malasari banyak dijadikan tujuan untuk pengamatan flora dan faunanya.

5. Danau Quarry

Danau Quarry (Youtube Christian Hariyanto)

Terbentuk secara tak sengaja dari aktivitas tambang, dimana bermula dari galian pertambangan, pemecah batuan untuk menghasilkan beton-beton berkualitas.

Namun kegiatan ini banyak ditolak oleh masyarakat sekitar dan kemudian dihentikan.

Karena lama tak pernah ada aktivitas penambangan maka galian tersebut terisi dengan air yang berwarna hijau tosca, di sini anda bisa menyewa sepeda air bebek dan berkeliling menikmati keindahan danau buatan ini.

Indahnya lagi anda dapat menikmati pemandangan dengan hamparan sawah.

6. Gunung Munara Rumpin

Gunung Munara Rumpin (Youtube sans people)

Menempuh perjalanan sekitar 2 jam dari Ciputat, Jakarta ke Gunung Munara, Bogor.

Tarif masuk ke destinasi wisata ini sebesar Rp15.000 dengan parkir motor Rp10.000.

Jalan menuju gunung Munara Rumpin, pertama-tama anda akan melalui jembatan bambu di atas aliran sungai kecil, dan menyusuri hutan dengan track yang menanjak, setelah tiba di puncak dari gunung anda dapat melihat pemandangan hijau dari pepohonan dan kabut tipis yang menyelimuti sekitar gunung.

Wisata satu ini sangat tepat bagi para pecinta adrenalin, jadi pastikan fisik anda prima agar dapat menuju puncak gunung.

7. Goa Agung Garunggang

Goa Agung Garunggang terletak di Cogobang, Desa Karang Tengah, Kecamatan Babakan Madang, Sentul, Bogor. Akses menuju goa ini cukup sulit jadi disarankan untuk membawa kendaraan roda dua.

Goa Agung Garunggang memiliki keunikan tersendiri dimana pintu masuk yang menganga secara vertikal.

Ada beragam aktivitas yang dapat dilakukan di goa Agung seperti camping, panjat tebing, trekking hingga mandi di sungai. Harga tiket masuk ke gua ini secara cuma-cuma.

Di sekitar goa Agung terdapat banyak sekali wisata alam lainya seperti curug yang dapat anda kunjungi dalam sekali jalan.

Kontributor : Kiki Oktaliani

Load More