SuaraBogor.id - Jam kerja pegawai hotel Cianjur dipotong karena pengunjung sepi selama PPKM COVID-19.
Hal itu dinyatakan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DPC Kabupaten Cianjur.
Hal tersebut dilakukan sebagai upaya efisiensi para pengusaha Hotel maupun Restoran yang terdapak Pandemi dan PPKM.
Ketua PHRI DPC Kabupaten Cianjur, Nano Indrapraja, mengatakan, sejumlah Hotel dan Restoran yang tergabung dalam PHRI, di masa PPKM terus melakukan sejumlah upaya agar sektor pariwisata tetap berjalan.
"Bukannya di wilayah Cianjur saya yang terdampak PPKM, namun di wilayah lainnya juga. Di masa sulit seperti ini untuk meningkatkan okupansi hunian hotel atau restoran sangat begitu sulitnya," kata Nano saat dihubungi melalui sambungan telepon, Minggu (8/8/2021).
Para pengusaha hotel dan restoran di Cianjur sudah mulai mengurangi jam kerja para karyawannya, bahkan ada juga yang dirumahkan.
"Jadi para pegawai yang biasa bekerja sehari bekerja sebanyak 8 jam per hari, kini dipotong sebesar 75 persen. Jika kita merumahkan para pegawai hotel nantinya siapa yang akan membersihkan," jelasnya.
Ia menjelaskan, dengan dikuranginya jam kerja para karyawan tersebut, tentunya upah para pegawi di beberapa hotel itu pasti berkurang. Namun dirinya tidak menyebutkan jelas berapa jumlah upah karyawan hotel yang dipaskas jam kerjanya.
"Kalau jumlah pagawai yang dirumahnya saya tidak memiliki data yang jelas, namun pengusaha sudah melaporkannya terkait hal itu," katanya.
Baca Juga: Senin besok PPKM Level 4 Berakhir, Apakah Akan Diperpanjang Lagi?
Nano menambahkan, PPKM yang tengah diberlaku hingga Senin (9/8/2021). Bila pemerintah kembali memperpanjang PPKM kemungkinan para pengusahan akan kembali memangkas jam kerja para pegawinya.
"Di PPKM saat ini saja para pengusaha sudah memotong jam kerja keryawan sebesar 75 persen, jika kembali diperpanjang mungkin mereka hanya akan bekerja 2 jam per harinya. Dari situ saja kita bisa perkirakan berapa upa para pegawai yang akan diterimanya," tuturnya.
Kontributor : Fauzi Noviandi
Berita Terkait
-
Sumber Kekayaan Asila Maisa, Bantah Beli Barang Mewah Pakai Uang Ayah yang Jadi Wabup
-
Viral PMI Asal Cianjur Diduga Disiksa di Libya, Kemlu Ungkap Kondisinya
-
Jambore Perdana ABPEDNAS Cianjur Perkuat Tata Kelola Desa dan Perlindungan Hukum
-
Bupati Cianjur Wahyu Ferdian Bercita-cita Cepat Meninggal
-
'Takut Diamuk Massa': Alasan Klasik di Balik Tabrak Lari, Mengapa Jalanan Kita Begitu Beringas?
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Bupati Bogor Tebar Bendera Merah Putih Hingga ke Pelosok Desa
-
Nekat Jual Tramadol Tanpa Izin di Bogor? Siap-siap Dipenjara 12 Tahun dan Denda Rp5 Miliar
-
Topang Sektor Riil, BRI Sambut Positif Kebijakan Penempatan Dana SAL Pemerintah
-
Ratusan Bangunan Liar di Cianjur Ditertibkan