SuaraBogor.id - Pemerintah Kabupaten Bogor mengizinkan Mall di Bogor beroperasi kembali. Kali ini, juga Pemkab Bogor kembali membuka sejumlah fasilitas publik seperti sarana olahraga. Berikut Syarat masuk sarana olahraga di Bogor.
Ketua Satgas Covid-19 Kabupaten Bogor Ade Yasin menjelaskan, dibukanya sarana olahraga di Bogor ini berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 34 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4, 3 dan 2 di Wilayah Jawa dan Bali.
Menyadur dari Ayobandung.com -jaringan Suara.com, atas kebijakan tersebut, Pemkab Bogor mengeluarkan Keputusan Bupati Bogor Nomor 443/404/Kpts/Per-UU/2021, demi mengatur lebih lanjut teknis pelaksanaan kegiatan olahraga masyarakat di sejumlah fasilitas publik.
Dalam surat keputusan bupati itu, kegiatan olahraga yang dilakukan di ruang terbuka harus tetap memperhatikan jarak antara sesama. Saat berolahraga, masyarakat dianjurkan agar tidak melakukan kontak fisik dengan siapapun.
"Kalau mau olahraga berkelompok tidak boleh lebih dari empat orang. Usahakan tetap menjaga jarak dan mengurangi kontak fisik secara langsung," katanya, kepada wartawan.
Namun, Pemkab Bogor juga masih menutup sarana olahraga yang sifatnya indoor.
"Kalau kegiatan olahraga di ruangan tertutup, baik olahraga biasa atau pertandingan, dan dilakukan secara berkelompok belum kami perbolehkan. Yang boleh itu olahraga di ruangan terbuka. Itupun dengan protokol kesehatan ketat," jelasnya.
Bagi sarana olahraga yang bersifat outdoor, tetap ada sejumlah ketentuan yang mesti diperhatikan, seperti menutup sementara fasilitas kantin di lingkungan sarana olahraga hingga meniadakan sementara fasilitas penyimpanan barang.
"Kalau sarana olahraganya ada kantin, maka kantinnya harus tutup dulu karena dikhawatirkan menimbulkan kerumunan. Begitupun dengan fasilitas loker. Karena loker ini kan sifatnya saling bergantian pengguna satu dengan lainnya," kata dia.
Baca Juga: Terungkap! Habib Bahar Aniaya Ryan Jombang Gara-Gara Uang Ratusan Ribu
Berikut sejumlah ketentuan operasional fasilitas olahraga yang bersifat outdoor di masa PPKM Level 4 di Kabupaten Bogor. Sesuai dengan Keputusan Bupati Bogor Nomor 443/404/Kpts/Per-UU/2021.
A. Kegiatan olahraga dilakukan pada ruang terbuka (outdoor) baik secara individu atau kelompok kecil maksimal 4 (empat) orang, tidak melibatkan kontak fisik dengan orang lain dan tidak secara rutin memerlukan interaksi individu dalam jarak dekat, dapat dilaksanakan dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat sesuai dengan ketentuan dari Kementerian Kesehatan;
B. Kegiatan olahraga pada ruangan tertutup, kegiatan olahraga yang dilakukan secara berkelompok, dan pertandingan olahraga ditutup sementara;
C. Fasilitas olahraga di ruang terbuka diizinkan dibuka dengan ketentuan sebagai berikut:
- Jumlah orang 25% dari kapasitas maksimal;
- Masker harus digunakan selama melakukan aktivitas olahraga, kecuali untuk aktivitas olahraga yang harus melepas masker. Untuk aktivitas olahraga yang harus melepas masker, maka masker hanya dapat dilepas ketika pelaksanaan aktivitas olahraga;
- Pengecekan suhu dilakukan kepada setiap orang yang masuk ke dalam fasilitas olahraga;
- Restoran/rumah makan dan kafe di dalam fasilitas olahraga tidak diizinkan menerima makan di tempat (dine in);
- Fasilitas penunjang seperti loker dan kamar mandi tidak diizinkan digunakan kecuali untuk akses toilet;
- Pengguna fasilitas olahraga tidak diizinkan berkumpul sebelum maupun sesudah melakukan aktivitas olahraga dan harus tetap menjaga jarak;
- Skrining untuk pengunjung pada fasilitas olahraga wajib menggunakan aplikasi Peduli Lindungi;
- Fasilitas olahraga yang melakukan pelanggaran terhadap protokol kesehatan akan dikenakan sanksi berupa penutupan sementara.
Berita Terkait
-
Jogja Run D-City Sukses Diikuti Ribuan Pelari, Hasil Penjualan Tiket untuk Beasiswa Pendidikan
-
Bukan Sekadar Olahraga, Footgolf Jadi Cara Baru Cari Sehat Sekaligus Bangun Relasi
-
5 Rekomendasi Parfum Lokal untuk Olahraga, Kena Keringat Makin Wangi Harga di Bawah Rp100 Ribu
-
Puluhan Rumah di Bogor Terdampak Kebocoran Bahan Baku Semen seperti 'Hujan Abu'
-
Bogor-Depok Darurat Tramadol, KPAI: Masa Depan Anak-anak Terancam
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 4 Bedak Padat Wardah yang Tahan 12 Jam, Coverage Tinggi dan Nyaman Dipakai Seharian
Pilihan
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status "Cucu Nabi" Demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
Terkini
-
Lautan Manusia di Tugu Kujang, Dua Ambulans Terjebak Konvoi Kemenangan Persib di Bogor
-
Misteri Tragis Flyover Sholis Bogor, Alasan Korban Pamit Ngopi hingga Pelaku Diringkus
-
7 Fakta Pengejaran Pelaku Pembunuhan Wanita di Yasmin Bogor: Mobil Terguling hingga Sosok Korban
-
Pelaku Sudah Ditangkap, Kapolresta Bogor Kota Janji Bongkar Motif Pembunuhan
-
Mata Ditutup Kain dan Leher Disayat, Pelarian Pembunuh AAA Berakhir Tragis di Jalanan Bogor