Scroll untuk membaca artikel
Andi Ahmad S
Minggu, 29 Agustus 2021 | 06:15 WIB
Ruhut Sitompul [Suara.com/Yosea Arga Pramudita]

Dalam klarifikasinya di kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI), Jalan Proklamasi Jakarta pada Rabu, 21 Agustus 2019, UAS menyampaikan beberapa poin.

Pertama, ia mengungkapkan bahwa pernyataannya soal salib itu merupakan sebuah jawaban atas pertanyaan jemaah saat berceramah di Masjid Agung An-Nur, Pekanbaru, Riau.

UAS bercerita, ia memang selalu menyediakan waktu untuk menjawab pertanyaan jemaah setiap Sabtu setelah salat Subuh.

Ceramah saya yang diviralkan itu adalah menjawab pertanyaan, bukan tema kajian, bukan inti permasalahan,” ungkap dia.

Baca Juga: Terungkap! Muhammad Kece Ternyata Seorang Pendeta

Selanjutnya, ia menjelaskan bahwa ceramahnya yang dinilai menghina salib itu terjadi dalam kegiatan komunitas muslim.

“Itu disampaikan di tengah komunitas masyarakat muslim di dalam masjid, di tempat tertutup, di tengah umat Islam dalam kajian khusus, Sabtu subuh,” ungkapnya.

Dalam ceramahnya itu, UAS mengaku hanya berupaya menjelaskan tentang akidah seorang muslim.

Ia menerangkan, sesuai kepercayaan Islam, malaikat tidak masuk ke rumah kalau di dalamnya terdapat patung.

“Mengapa malaikat tidak mau masuk ke dalam rumah yang ada patung? Sebab, di antara tempat tempat tinggal jin adalah patung,” paparnya.

Baca Juga: Semprot Pengacara HRS, Husin Shihab Soroti Komentar Ceramah Yahya Waloni: Logika Miring

UAS menekankan bahwa pada saat itu, ia tidak sedang membandingkan agama, berdebat, maupun berdialog.

Load More