SuaraBogor.id - Aplikasi PeduliLindungi saat ini merupakan salah satu syarat untuk masyarakat jika ingin beraktifitas di lokasi tertentu, seperti Mall.
Kali ini Stasiun Depok menerapkan uji coba aplikasi PeduliLindungi kepada setiap penumpang yang hendak melakukan perjalanan menggunakan Kereta Rel Listrik (KRL).
Menyadur dari Bogordaily.net -jaringan Suara.com, saat penerapan uji coba aplikasi PeduliLindungi terjadi kepadatan penumpang, akibat uji coba di hari pertama penggunaan aplikasi tersebut.
Sejumlah warga yang masuk ke Stasiun Depok dihentikan sejumlah petugas yang berada di sana.
Para penumpang itu pun sudah menyiapkan Surat Tanda Registrasi Pekerja (STRP) menunjukkan ke petugas.
Padahal, petugas menanyakan soal penggunaan aplikasi PeduliLindungi. Penumpang yang belum melakukan regestrasi diminta mendownload PeduliLindungi agar bisa melakukan regestrasi.
Hanya sedikit penumpang yang sudah mengetahui aturan tersebut langsung melakukan scan barcode yang tempat sudah disiapkan.
Sementara itu, banyak masyarakat yang tidak mengetahui penggunaan aplikasi PeduliLindungi.
Sehingga banyak pengguna KRL yang baru mendownload PeduliLindungi di sekitar parkir sambil menghabiskan rokok yang ada di tangannya.
Baca Juga: Catat! Vaksinasi Pelajar di Depok Mulai Hari Ini
Ada juga sejumlah calon penumpang yang melakukan download di motor dibantu dengan keluarga yang menghantarkan.
Mereka yang baru mendownload aplikasi PeduliLindungi langsung mengambil KTP yang ada di dompet untuk melakukan regestrasi.
Di sisi lain ada masyarakat yang diajari oleh petugas untuk mendownload dan memasukkan data pribadi.
Sejumlah orang dengan usia lanjut yang memiliki STRP namun handphonenya tidak memadai langsung dipersilahkan masuk.
Seperti diketahui, PT KAI Commuter melakukan uji coba aplikasi PeduliLindungi di beberapa Stasiun mulai hari ini, Senin (6 September 2021). Salah satu yang melakukan uji coba adalah stasiun Depok.
Berita Terkait
-
Saepul Bongkar Kronologi Mutilasi di Depok, Alasan Buang Potongan Jasad Terungkap
-
Saepul Rencanakan Mutilasi Depok Demi Gasak Motor Korban
-
Polisi Ungkap Fakta Baru Kasus Mutilasi Depok, Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay
-
Viral Petugas Transjakarta Antar Penumpang Disabilitas ke MRT, Pramono Soroti Akses Ramah Difabel
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun
-
Sadar Kebijakan Tak Bisa Bahagiakan Semua Pihak, Rudy Susmanto Janji Terus Pembenahan di Bogor
-
Pemkab Bogor Bebaskan Denda PBB-P2 Selama 8 Hari, Cukup Bayar Pokoknya Saja
-
Dari Nasi Goreng Kecombrang Hingga Americano Peach, Kuliner Berkelas Hadir di Beanfinity
-
Pemkab dan DPRD Bogor Sepakati KUA-PPAS 2027, Proyeksi Belanja Capai Rp14,5 Triliun