- Gudang penyimpanan oli di Desa Karanggan, Kabupaten Bogor, mengalami kebakaran hebat pada Selasa sore, 12 Mei 2026.
- Petugas pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi untuk memadamkan api dan mencegah perambatan ke bangunan di sekitarnya.
- Pihak berwenang masih menyelidiki penyebab kebakaran serta mendata kerugian materiil maupun potensi korban jiwa di lokasi.
SuaraBogor.id - Kebakaran hebat dilaporkan melanda sebuah gudang yang diduga menjadi tempat penyimpanan pelumas (oli) di wilayah Desa Karanggan, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, pada Selasa sore (12/5/2026).
Insiden yang terjadi di tengah pemukiman ini sempat memicu kepanikan warga, mengingat lokasi kebakaran berada tepat di belakang Kantor Desa Karanggan.
Kepulan asap hitam pekat terlihat membumbung tinggi dan dapat terpantau dari kejauhan.
Hingga berita ini diturunkan, sejumlah unit mobil pemadam kebakaran (Damkar) dari Kabupaten Bogor telah dikerahkan ke lokasi kejadian.
Petugas saat ini masih terus berjibaku di lapangan untuk mengisolasi kobaran api agar tidak merambat ke bangunan di sekitarnya.
"Saat ini petugas masih dalam penanganan pemadaman di lokasi. Fokus kami adalah mencegah perambatan api," ujar salah satu informasi lapangan terkait upaya pemadaman.
Pihak berwenang belum dapat memastikan penyebab pasti dari munculnya api di gudang tersebut. Mengingat material yang terbakar adalah oli, proses pemadaman memerlukan penanganan khusus karena sifat minyak yang mudah terbakar dan sulit dipadamkan hanya dengan air biasa.
Hingga saat ini, data terkait kerugian materiil maupun informasi mengenai adanya korban jiwa masih dalam proses pendataan oleh petugas di lapangan.
Pihak kepolisian setempat juga sudah berada di lokasi untuk membantu pengamanan jalur transportasi bagi armada pemadam kebakaran yang keluar-masuk.
Baca Juga: Viral! Aksi Kejar-kejaran Debt Collector di Puncak Pass Bogor, Sopir Teriak 'Begal'
Bahkan video kebakaran di Bogor yang berlokasi di Gunung Putri tersebut viral di media sosial, salah satunya diunggah akun instagram @rekambogor.
Berita Terkait
-
Viral! Aksi Kejar-kejaran Debt Collector di Puncak Pass Bogor, Sopir Teriak 'Begal'
-
Mangkir di PTUN? Pemkab Bogor Bongkar Alasan Administratif dan Komitmen Eksekusi Lahan
-
Trauma Proyek Mangkrak, Warga Kayumanis Tegas Tolak Pembangunan PSEL Kota Bogor
-
Debat Panas PSEL Kayumanis Bogor: Warga Khawatir Bau, DLH Janjikan Teknologi Standar Dunia
-
5 Alasan Bupati Bogor Rudy Susmanto Sebut Pameran APFI 2026 Sebagai 'Lorong Sejarah' Bangsa
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
- 7 Sepatu Lari Lokal Paling Underrated 2026: Kualitasnya Dipuji Runner, Tapi Masih Jarang Dilirik
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Viral! Aksi Kejar-kejaran Debt Collector di Puncak Pass Bogor, Sopir Teriak 'Begal'
-
Mangkir di PTUN? Pemkab Bogor Bongkar Alasan Administratif dan Komitmen Eksekusi Lahan
-
Trauma Proyek Mangkrak, Warga Kayumanis Tegas Tolak Pembangunan PSEL Kota Bogor
-
Debat Panas PSEL Kayumanis Bogor: Warga Khawatir Bau, DLH Janjikan Teknologi Standar Dunia
-
5 Alasan Bupati Bogor Rudy Susmanto Sebut Pameran APFI 2026 Sebagai 'Lorong Sejarah' Bangsa