SuaraBogor.id - Saat meninjau Sekolah Tatap Muka di Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin meminta ada pengawasan lebih ketat terhadap pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas tingkat SD.
Menurut Ma’ruf Amin, hal itu dikarenakan sebagian besar siswanya berusia di bawah 12 tahun dan belum mendapatkan vaksin COVID-19 dari Satgas Covid-19 Kabupaten Bogor.
"Memang di SD itu (siswanya) sampai 12 tahun dan belum divaksin COVID-19. Oleh karena itu, memang pengawasannya harus agak lebih ketat," kata Wapres saat meninjau pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas sekolah di Bogor, Jawa Barat, Kamis.
Meskipun belum bisa mendapatkan vaksin COVID-19, lanjut Wapres, kekebalan tubuh anak-anak relatif lebih kebal daripada orang dewasa sehingga PTM terbatas bisa dilakukan.
"Tapi 'kan mereka relatif lebih kebal dibanding dengan yang sudah dewasa," katanya.
Sementara itu, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim mengatakan bahwa ketentuan pelaksanaan PTM terbatas diatur dalam SKB Empat Menteri.
Nadiem meminta seluruh kepala daerah berpedoman pada SKB Empat Menteri tersebut sebelum membuka kembali kegiatan belajar dan mengajar di sekolah secara terbatas.
"PTM terbatas itu maksimum kapasitasnya 18 anak per kelas untuk SD dan SMP, serta lima anak per kelas untuk PAUD (pendidikan anak usia dini). Jadi, PTM terbatas itu sekitar 50 persen dari kapasitas normal," kata Nadiem.
Pelaksanaan PTM terbatas juga harus mendapatkan izin dari orang tua murid sehingga siswa yang tidak diizinkan tetap dapat mengikuti sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ).
Baca Juga: Imunisasi Campak dengan Tema Pesta Ulang Tahun
"PTM terbatas ini adalah hybrid model, setengah dari kelas yang tidak hadir itu masih bisa melanjutkan dengan proses PJJ," ujarnya. [Antara]
Berita Terkait
-
Siswi SD Peraih Emas Olimpiade Asia Dihadiahi Rumah hingga Beasiswa oleh Gubernur Bobby
-
Usai Jadi Sorotan Nasional, SDN Tanggirejo Akhirnya Direvitalisasi
-
Bukan Cuma Kualitas, Fenomena Bangku Kosong SD Negeri Bukti Gagalnya Perencanaan Pendidikan
-
Hadapi Suhu yang Kian Panas, Anak SD Diajak Merancang Sekolah yang Lebih Sejuk
-
Atap Kelas Ambruk, Siswa SD di Grobogan Terpaksa Belajar Bergantian
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Jaga Warisan Perjuangan, Bupati Bogor Lakukan Revitalisasi Total Cagar Budaya SDN Cileungsi 02
-
Sengketa Tanah PN Kota Bogor Memanas, Tergugat Beberkan Bukti Jual Beli 1992-1994
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Bupati Bogor Tebar Bendera Merah Putih Hingga ke Pelosok Desa
-
Nekat Jual Tramadol Tanpa Izin di Bogor? Siap-siap Dipenjara 12 Tahun dan Denda Rp5 Miliar