Scroll untuk membaca artikel
Andi Ahmad S
Jum'at, 01 Oktober 2021 | 10:59 WIB
Wali Kota Bogor Bima Arya. [Dok. Pemkot Bogor]

“Guru, orangtua, siswa, semuanya memiliki kesadaran penuh untuk emergency plan, contingency plan, kondisi darurat. Kalau ada satu siswa saja bergejala, wajib untuk tidak ke sekolah. Begitu tidak ke sekolah, sistem harus berjalan,” terang Bima.

“Orangtua menginformasikan kepada sekolah, sekolah kemudian melakukan tracing, kontak erat dan dilakukan swab semuanya. Kalau satu orang saja tidak terinfo, tidak terdeteksi, jika dibiarkan bisa timbul dan meledak satu klaster. Kalau itu terjadi sekolah tersebut akan kembali ditutup dalam jangka waktu yang kita tidak bisa prediksi,” bebernya.

Satgas Covid-19 Kota Bogor juga akan melakukan patroli ke sekolah-sekolah untuk memastikan semua prosedur berjalan dengan baik.

“Nanti saya tugaskan Kadisdik, Pak Asisten, para direktur vaksin yang merupakan pimpinan OPD dibantu TNI/Polri juga akan fokus kepada sekolah. Dipilih jam yang rawan. Dipastikan untuk mengawasi kondisi prokesnya, sistemnya di setiap sekolah, kemudian nanti bubar sekolah sesuai dengan prokes,” jelas Bima.

Baca Juga: Minta PTM Terbatas dan Anak Masuk Mal Dikaji Ulang, PKS: Jangan sampai Panen Covid-19

Bima Arya juga meminta Dinas Kesehatan dan Puskesmas untuk melakukan swab antigen rutin minimal seminggu sekali.

Selain aspek protokol kesehatan, sekolah juga harus memastikan kondisi fisik bangunan sekolah.

“Saya sudah meminta Kadisdik untuk cek semua, terutama yang menjalani uji coba nanti mulai hari Senin (4 Oktober 2021). Jangan sampai ada hal-hal yang menimbulkan persoalan panjang. Di cek atap, dinding, kelayakan bangunan. Karena banyak bangunan yang ketika sudah lama tidak digunakan, pengawasan terbengkalai, ada efek secara fisik,” pungkasnya.

Sumber : Bogordaily.net

Baca Juga: Diringkus Polisi, Begini Modus Pelaku Edarkan Uang Palsu di Depok

Load More