SuaraBogor.id - Satgas Pelajar Kota Bogor turut menanggapi kaitan adanya insiden pelajar Bogor tewas dibacok pada Rabu (6/10/2021) malam.
Ketua Umum Satgas Pelajar Kota Bogor Wasi Jatmiko Nugroho mengatakan, pihaknya meminta kerja sama orang tua untuk lebih ketat dalam mengawasi kegiatan anak.
Tujuannya sendiri untuk menghindari provokasi tawuran, khususnya di malam hari. Apalagi, saat ini PTM mulai dilaksanakan di Kota Bogor.
“Khususnya bagi orang tua yang memiliki anak lekaki, tapi perempuan juga sama riskannya ketika keluar malam, pengawasannya sudah di orang tua,” kata Ketua Umum Satgas Pelajar Kota Bogor Wasi Jatmiko Nugroho, dilunik dari Antara, Jumat (8/10/2021).
Peringatan ini disampaikan karena telah terjadi pengeroyokan oleh empat pelajar di Jalan Pelupuh Raya Kelurahan Tegalgundil, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, Rabu (6 Oktober 2021) malam.
Pengeroyokan itu dilakukan terhadap korban berinisial RM yang tewas di tempat.
Menurutnya, setiap kegiatan anak usia pelajar baik tingkat SMP hingga SMA/SMK sederajat di luar sekolah, perlu dikomunikasikan dengan orang tua.
Sebab provokasi tindak kekerasan maupun prilaku menyimpang lainnya bisa terjadi saat waktu luang anak berkomunikasi.
Baik bertemu langsung maupun melalui media sosial dengan teman-temannya.
Baca Juga: Lokasi SIM Keliling Kota Bogor Jumat 8 Oktober 2021
Potensi prilaku kekerasan anak itu, bisa dicegah dengan komunikasi yang baik di dalam rumah antar anggota keluarga.
Komunikasi ini dapat mengenai kabar menggembiarakan maupun keluh-kesah.
Dengan begitu, orang tua akan mampu mendeteksi masalah yang sedang terjadi atau dirasakan anaknya.
Orang tua bisa mengkomunikasikan masalah tersebut dengan pihak sekolah dalam rangka berkoordinasi memantau aktivitas anaknya.
Selain itu, orang tua harus mau mengecek jadwal sekolah pada pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT) yang kini telah diuji coba yang dibatasi 50 persen.
“Preventif orang tua itu yang penting, perlu diketshui jam masuk sekolah itu tidak full, ditambah yang boleh ikut PTM juga masih dibatasi 50 persen, orang tua perlu tahu ini,” jelasnya.
Berita Terkait
-
Warga Gagalkan Rencana Tawuran di Depok, 3 Remaja Bawa Celurit Diamankan
-
Brimob dan Tim Perintis Presisi Ciduk 5 Remaja Tawuran di Jatinegara, Samurai Disita
-
Waspada Isu Keamanan Agustus, Imam Besar FBR Ajak Warga Betawi Jaga Kampung dan Tolak Hoaks
-
Usai Pesta Miras, Pemuda 19 Tahun di Cilincing Tewas dengan Tangan Putus Akibat Tawuran
-
Usai Pesta Miras, Remaja 19 Tahun Tewas dalam Tawuran di Cilincing
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Dihadiri Ustaz Maulana, Pengajian TP-PKK di Masjid Nurul Wathon Sedot Perhatian Warga Lintas Daerah
-
Mulai dari Kebun Raya Hingga Puncak, Ini Daftar Rute Bus Listrik Baru di Bogor
-
Akses Menuju Kantor Pemkot Bogor Baru Mulai Dibangun, Nilai Proyek Tembus Rp11,5 Miliar
-
Jaga Pasokan Energi Subsidi, Pengurus Hiswana Migas DPC Bogor Temui Ketua DPRD Kota Bogor
-
Menembus Jantung Kampung Bojong Neros, Ketika Jalan Sempit Jadi Urat Nadi Kota Bogor