SuaraBogor.id - Ketua DPRD Kabupaten Bogor Rudy Susmanto mengingatkan sektor pertanian merupakan prioritas yang tidak kalah penting dengan sektor pendidikan.
Untuk itu, ia berharap pemerintah menggandeng akademisi dan praktisi ahli pertanian untuk mengembangkan inovasi dan teknologi pertanian, khususnya di Kabupaten Bogor.
"Pendidikan itu utama, tetapi pertanian adalah fundamental perekonomian kita," ujar Rudy, saat mendampingi kunjungan, Wakil Ketua MPR RI Akhmad Muzani, anggota DPR RI, Mulyadi dan Endang Tohari ke Institut Pertanian Bogor (IPB), Senin (18/10/2021).
Rudy melanjutkan, sinergitas yang kuat antara Pemerintah, akademisi, dan praktisi menjadi kunci untuk mengembangkan sektor pertanian.
Persoalan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) petani, ketersediaan lahan pangan berkelanjutan, penerapan teknologi tepat guna, industri olahan, hingga ketersediaan pasar adalah masalah yang saling berkaitan.
"Karena itu butuh perencanaan yang matang dan melibatkan semua stake holder," katanya.
Secara khusus, Rudy menginginkan pengembangan pertanian di Kabupaten Bogor. Menurut dia, Kabupaten Bogor dianugerahi kekayaan sumber daya alam yang sangat subur dan luas.
Selain itu, letak berbagai instansi seperti IPB, LIPI, dan Balai Embrio Ternak yang ada di Bogor dapat menunjang untuk inovasi dan pembaruan teknologi pertanian.
"Masyarakat Kabupaten Bogor sebagian besarnya adalah masyarakat agraris, yang dibutuhkan adalah inovasi, teknologi agar kegiatan pertanian maupun peternakan masyarakat bisa lebih berkembang," katanya.
Pengembangan pertanian, lanjutnya, sangat urgen untuk mengantisipasi ancaman krisis pangan di masa depan.
Dengan menjadikan pertanian sebagai prioritas pembangunan Kabupaten Bogor, masyarakat bukan hanya terhindar dari kekurangan pangan melainkan mendapat manfaat secara ekonomi.
Baca Juga: Inovasi Baru: Semprot Pupuk Pakai Drone, Dukung Budidaya Pertanian Berkelanjutan
Tag
Berita Terkait
-
Prabowo Tegaskan Tak Akan Buka Hutan Primer demi Kejar Target Pangan
-
Tak Punya Ahli IT, Media Daerah Ini Manfaatkan AI untuk Bikin Platform Pantau Iklim
-
Indonesia Perkuat Kedaulatan AI Lewat 9 Inovasi Teknologi Buatan Anak Bangsa
-
Dari Menabung hingga Pantau Emisi Karbon, Inovasi Baru Perbankan Digital
-
Bappenas Klaim Pertumbuhan Ekonomi RI Bisa Tembus 10% lewat Pertanian dan Hilirisasi
Terpopuler
- Wabup Syaefudin Ditahan karena Kasus Korupsi, Bupati Lucky Hakim Minta Maaf ke Pemilih
- Dingatkan Teddy Segera Akhiri Pidato, Prabowo: Letkol Ngatur Presiden
- Ajudan Gubernur Kaltim Masuk Desil 1 DTSEN, Mensos Buka Suara
- 4 Sunscreen Wardah untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- Tak Masuk Skuad Utama Persija, Kualitas Shayne Pattynama di Bawah Standar Shin Tae-yong
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
BRI Perluas Akses Magang Nasional Hingga 17 Regional Office
-
AKBP Arfan Zulkan Sipayung Gantikan AKBP Wikha Ardilestanto sebagai Kapolres Bogor
-
Sekolah di Rumpin Dibobol Maling, Sejumlah Laptop dan Peralatan Elektronik Raib
-
Optimisme Bisnis Berlanjut, BRI Gelontorkan Rp1 Triliun untuk Buyback Saham Tahap II
-
333 Kebakaran Terjadi dalam Tiga Bulan di Kabupaten Bogor, 199 Kasus Melanda Lahan Terbuka