SuaraBogor.id - Pohon raksasa di Kampung Bojong Gerong, Desa Sukamanah, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur tumbang setelah diterjang hujan deras disertai angin kencang. Rabu (27/10/2021) malam.
Akibatnya, satu rumah warga rusak, namun tidak ada korban jiwa dan luka akibat kejadian tersebut.
Pohon raksasa itu tumbang diduga karena sudah tua dan rapuh sehingga tidak mampu menahan terjangan hujan deras disertai angin kencang yang terjadi sejak sore hingga malam.
Anggota Satuan Polisi Pamong Praja Kecamatan Cibeber, Yadi mengatakan peristiwa pohon tumbang yang menimpa bangunan rumah warga terjadi setelah kawasan itu diguyur hujan dengan intensitas tinggi yang disertai angin kencang.
"Tidak ada korban jiwa, karena pohong yang tumbang menimpa bagian belakang rumah warga. Pohon raksasa diameternya sekitar tiga meter," kata Yadi, kepada wartawan, Rabu (27/10/2021) malam.
Sejumlah personil gabungan, dibantu dengan warga sekitar, kata dia, telah turun ke lokasi kejadian untuk mengevakuasi pohon tumbang tersebut.
"Ukuran pohon yang sangat besar, sehingga membutuhkan alat pemotong khusus. Untuk sementara kita membantu evakuasi pemilik rumah ke lokasi yang lebih aman," jelasnya.
Ia menambahkan, akibat kejadian itu pemilik rumah ditaksir mengalami kerugian materil sekitar Rp 25 juta.
"Masyarakat terus kita imbau agar mewaspadai berbagai potensi bencana dengan terus terjadinya terjangan hujan deras disertai angin kencang yang terjadi setiap harinya," katanya.
Baca Juga: Diguyur Hujan Berjam-jam, Wagub DKI Klaim Jakarta Bebas Banjir, Padahal Sebaliknya
Kontributor : Fauzi Noviandi
Berita Terkait
-
BMKG Ingatkan Potensi Hujan Lebat dan Gelombang Tinggi di Sejumlah Wilayah
-
Waspada! Jabodetabek Bakal Diguyur Hujan Lebat dan Kilat Sore Ini
-
Waspada Libur Imlek: Hujan Lebat Mengancam 14 Provinsi, BMKG Beri Peringatan Khusus!
-
Hujan Lebat Disertai Angin di DIY: 4 Orang Terluka Akibat Atap Ambrol dan Belasan Pohon Tumbang
-
Atap Stadion Pakansari Rusak Diterpa Angin Kencang, Ada Korban Luka
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
Ucapkan Selamat Tinggal Macet! Jalur Pengganti Jalan Saleh Danasasmita Mulai Dibangun
-
Ini 4 Lokasi Takjil Paling Lengkap dan Murah untuk Buka Puasa di Ciawi Bogor
-
Langka! Cap Go Meh Bogor 2026, Saat Budaya Tionghoa Berpadu Syahdu dengan Buka Puasa Ramadan
-
Pastikan Jalur Mudik Lebaran 2026 Aman, Pemkab Bogor Keroyok Perbaikan Jalan Parung-Kemang
-
Simbol Kerukunan Bogor, Hangatnya Bukber dan Santunan Dedie A Rachim di Rumah Ibadah Tionghoa