Scroll untuk membaca artikel
Lebrina Uneputty
Rabu, 10 November 2021 | 13:31 WIB
Kasat Reskrim Polrestro Depok, AKBP Yogen Heroes Baruno.[suarabogor.id]

Pelaku menganiaya anaknya karena emosi sang anak tidak mau pulang dan malah terus bermain.

"Ibu korban mengakui bahwa suaminya ini juga melakukan penganiayaan kepada anak pertamannya yang telah meninggal tiga tahun yang lalu. Namun anaknya meninggal karena sakit kanker," beber Yogen.

Setelah menemani ibunya melapor ke Polrestro Depok, anak yang jadi korban penganiayaaan langsung divisum.

Dari hasil visum, diketahui korban menderita memar di wajah, dada dan perutnya. Bagian putih kedua mata korban juga berubah warna menjadi merah darah.

"Kemudian anak mengalami pusing dan mual pada malam harinya," papar Yogen.

Menurut Yogen, korban sempat mengalami trauma pasca kejadian. Karena itu, Dia memastikan, pihaknya akan melakukan pendampingan terhadap korban yang masih di bawah umur.

"Pada saat dibawa ke dokter, meman menangis saat diperiksa. Namun si anak ini kuat lah. Tegar. Si anaknya tau jalan ceritanya dan bisa menjelaskan," tandasnya.

Sebelumnya, seorang anak kelas 3 SD di Depok jadi korban KDRT.

Anak berinisial KL (9) ini dianiaya oleh ayah kandungnya sendiri sampai babak belur.

Karena tidak terima anaknya babak belur, ibu korban HE (45) melaporkan perbuatan suaminya ke Polrestro Depok, Sabtu (6/11/2021).

Load More