Scroll untuk membaca artikel
Andi Ahmad S
Senin, 22 November 2021 | 06:35 WIB
Gelaran seri terakhir World Superbike (WSBK) 2021 di Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, NTB, Minggu (21/11/2021). [BAY ISMOYO / AFP]

SuaraBogor.id - Rider muda berbakat Indonesia, Reykat Fadillah merupakan warga Depok, Jawa Barat yang ikut di ajang internasional World Super Bike di Sirkuit Mandalika.

Wakil Wali Kota Depok Imam Budi Hartono mengaku bangga adanya warga Depok yang menjadi perwakilan dari Indonesia di ajang WSBK Sirkuit Mandalika.

"Suatu kebanggaan bisa diundang melihat Sirkuit Mandalika, ajang internasional World super bike, apalagi ada anak Depok Rider muda berbakat Indonesia, Reykat Fadillah, yang mengamankan posisi kelima," kata Imam Budi Hartono dalam keterangannya, Minggu, (21/11/2021).

Menurut dia, ajang tersebut merupakan debut Reykat di ajang balap sepeda motor junior Asia Talent Cup. Reykat yang asli Depok itu merupakan murid SMPIT Ruhama yang hafal delapan juz.

Baca Juga: 1,6 Miliar Warga Dunia Lihat WSBK Mandalika, Menko Luhut Singgung Rakyat Jelata

Selan itu, Imam menilai Sirkuit Mandalika sangat membanggakan bagi warga Indonesia, bahkan mengalahkan sirkuit Sepang di Malaysia. Ia pun berharap dampak ekonomi kreatif dan perekonomian warga setempat juga ikut hidup dan menggeliat.

"Salut untuk Gubernur NTB karena dapat menggelar event internasional ini secara baik, keren banget," ujar Imam dengan bangga.

Lebih lanjut, ia juga mengaku salut karena Pemprov NTB dapat menyiapkan sarana dan prasarana, baik pelabuhan laut dan udara, maupun tempat penginapan hotel maupun rumah-rumah penduduk.

Selain itu, sambung dia, Pemprov NTB juga menyediakan fasilitas pelayanan kesehatan di sembilan wilayah yang tersebar di provinsi tersebut karena pandemi COVID-19.

"Khusus di Kabupaten Lombok Tengah, lokasi ajang WSBK di Pertamina Mandalika International Street Circuit ada beberapa fasilitas pelayanan kesehatan," tutur Imam.

Baca Juga: Dorna Apresiasi Kesuksesan NTB Gelar WSBK di Mandalika

"Jumlahnya ada enam rumah sakit, 28 Pusat kesehatan masyarakat, 94 puskesmas pembantu dan satu labortorium pemeriksa PCR yang berada di RSUD Praya dengan kapasitas 400 sampel," tambahnya.

Load More