SuaraBogor.id - Kasus kekerasan yang terbaru terjadi di Cianjur menyita perhatian publik. Bahkan, KDRT yang dialami pengantin baru disiram air keras tersebut dilakukan oleh Warga Negara Asing (WNA) asal Timur Tengah.
Sekedar diketahui, korban kekerasan tersebut dialami Sarah (Ibu muda) asal Cianjur, dia tewas ditangan suaminya sendiri yakni Abdul Latief.
Kasus tersebut juga menyita perhatian dari Istri Gubernur Jawa Barat, Atalia Praratya Kamil. Bahkan dia mengunjungi rumah duka keluarga almarhumah Sarah Sesa, istri yang tewas disiram air keras oleh suaminya.
“Saya sebagai Bunda Jabar merasa prihatin dan sedih. Saatnya fokus ke depan dan tidak boleh ada lagi masyarakat yang mengalami hal serupa,” ujar Atalia mengutip laman Instagramnya, Jumat (26/11/2021).
Ia menyebut, masyarakat harus turut serta berperan aktif melaporkan, apabila ada dugaan perilaku Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) seperti ini di lingkungan masing-masing.
“Jangan anggap remeh KDRT. Karena, KDRT berat pun berawal dari KDRT ringan. Tidak perlu persetujuan korban untuk melapor, karena bisa jadi korban pun takut untuk melapor,” jelasnya.
Atalia pun menegaskan, jika menemukan kasus KDRT, laporan segera ke RT/RW/Satgas KDRT setempat.
“Bisa langsung laporkan ke hotline SAPA 129 (langsung call) atau bisa juga ke nomor telepon 085222206777,” sebutnya.
Pemerintah Provinsi Jabar, sambungnya, akan melatih para aparat setempat/ kader untuk menindaklanjuti dan menangani masalah KDRT.
Baca Juga: Angka Kekerasan Terhadap Perempuan Meningkat, Termasuk Kasus Penyiraman Air Keras
Selain itu, alim ulama, para tokoh masyarakat diharapkan turut serta memberikan pemahaman terkait pernikahan yang sesuai hukum dan syariat yang berlaku.
“Catatkan pernikahan melalui lembaga resmi, demi melindungi perempuan dan anak, maka kawin siri atau kontrak, sudah tidak relevan lagi di masa kini. Kecuali memiliki niat menutupi pernikahan tersebut atau bahkan melakukan prostitusi terselubung,” paparnya.
Atalia menuturkan, hal yang terpenting adalah bagaimana menggerakkan semua potensi untuk memberdayakan dan memandirikan kaum perempuan dengan pengetahuan serta keterampilan.
“Agar perempuan Jabar jadi pintar, aktif berkarya, memiliki harga diri, tanpa kehilangan jati diri dan keindahan sebagai perempuan sejati,” ungkapnya.
“Terima kasih juga pada Polres Cianjur yang telah bergerak cepat merespon kasus istri yang disiram air keras suaminya ini. Sehingga, pelaku dapat tertangkap sebelum berhasil kabur ke luar negeri,” tandasnya.
Tag
Berita Terkait
-
Gagalkan Aksi Tawuran di Bassura, Polisi Sita Celurit, Golok hingga Cairan Air Keras
-
Drama The Art Of Sarah, Sisi Gelap Obsesi Manusia terhadap Hidup Mewah
-
PBB Tak Punya Taring, Guru Besar UGM Desak Indonesia Turun Tangan Redam Konflik Yaman-Arab Saudi
-
Timur Tengah Memanas, Timnas Indonesia Terancam Batal Lawan Yordania?
-
Jelang Piala Asia, Indonesia Lakoni 2 Laga Uji Coba Lawan Tim Timur Tengah
Terpopuler
- Cara Menghilangkan Iklan yang Tiba-Tiba Muncul di Layar HP Android Tanpa Aplikasi Tambahan
- Ajudan Gubernur Kaltim Masuk Desil 1 DTSEN, Mensos Buka Suara
- Wabup Syaefudin Ditahan karena Kasus Korupsi, Bupati Lucky Hakim Minta Maaf ke Pemilih
- Sepasang Sepatu Nike dari Manhattan dan Cerita di Balik Sosok Jenderal Maruli Simanjuntak
- 4 Moisturizer Skintific untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun, Wajah Cerah dan Awet Muda
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Bus Colt Diesel Mundur Tak Terkendali, Tabrak Tembok dan Atap Bengkel di Babakan Madang
-
Jelang Laga Panas di Pakansari: Polres Bogor Pertemukan Suporter Garudayaksa, Persib hingga Jakmania
-
93.719 Kasus ISPA Tercatat di Kabupaten Bogor hingga September 2026
-
Bocah 7 Tahun yang Hilang Dua Hari Ditemukan Tewas di Dalam Sumur di Gunung Putri
-
BRI Perluas Akses Magang Nasional Hingga 17 Regional Office