SuaraBogor.id - Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti turut menyoroti kasus dicoretnya mahasiswa Unsri (korban pelecehan seksual) dari daftar yudisium.
Video yang memperlihatkan seorang mahasiswi korban pelecehan seksual dosen protes namanya dicoret dari daftar yudisium itu viral di media sosial.
Susi sapaan akrabnya turut menyoroti dalam akun Twitter pribadinya. Bahkan, dia kembali me retweet video unggahan pada akun @palembanginformasi.
"Kita harus stop kebodohan & ketidakadilan seperti ini !!!!," tulisnya, dikutip Suarabogor.id, Minggu (5/12/2021)
Dalam video tersebut, tampak seorang wanita datang memasuki gedung.
Di dalam ruangan tersebut terdapat sejumlah mahasiswa yang sedang melakukan yudisium.
Tak hanya itu, terdapat sejumlah dosen dan pejabat kampus yang menghadiri acara tersebut.
Wanita yang memakai kebaya berwarna merah muda itu langsung masuk dan berteriak secara lantang.
Dirinya protes karena yudisiumnya dibatalkan oleh dekanat fakultas.
Baca Juga: Ditangkap Polisi Gegara Video Ekshibisonis di Bandara YIA , Siapa Siskaeee?
Wanita tersebut kemudian berjalan ke depan podium untuk mengungkapkan kekecewaannya.
Rupanya, sejumlah mahasiswa lain yang mengetahui hal tersebut ikut membantunya.
Mereka ikut mempertanyakan permasalahan tersebut sehingga nama wanita itu dicoret dari daftar yudisium.
Seorang mahasiswa kemudian naik ke mimbar dan memprotes aksi dekanat yang mencoret nama mahasiswi dari daftar yudisium.
"Namanya tidak ada, ada apa ini," ujar pria tersebut.
Namun mahasiswa yang menyuarakan protesnya diminta turun oleh pihak kampus.
"Nggak gini caranya, nggak gini," kata seorang bapak-bapak.
Dalam video tersebut, suasana terlihat ramai dan heboh. Mahasiswi yang menjadi korban pelecehan seksual dosen cabul itu tak terima namanya dicoret dari daftar yudisium.
Dirinya mengaku sudah memenuhi segala syarat administrasi dan mata kuliah untuk melakukan yudisium.
Akan tetapi, dirinya justru mendapatkan perlakuan tak adil dari pihak kampus.
Seperti diketahui, mahasiswi korban pelecehan seksual melaporkan dosennya ke polisi.
Setelah itu dirinya mendapatkan kabar bahwa namanya dicoret dari daftar yudisum. Padahal, dua hari sebelumnya ia sudah mendapatkan undangan untuk menghadiri acara yudisium.
Berita Terkait
-
Lagi Asyik Jalan-Jalan di Grand Indonesia, Lisa BLACKPINK Nyaris 'Nyusruk'
-
Viral Guru Bule Nangis Lihat 4 Bocah SD Salat di Ruangannya: Ada Simfoni yang Indah
-
Peta Sebaran 'Amukan' Topik Tyas dan LPDP: Lebih Banyak di X, Netizen TikTok Kurang Peduli
-
Begini Kebijakan Kemenkeu RI Buntut Viralnya Dwi Sasetyaningtyas, LPDP Trending
-
Kronologi Pelecehan Seksual Sutradara terhadap Anak di Bawah Umur Berkedok Casting Film
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
Ucapkan Selamat Tinggal Macet! Jalur Pengganti Jalan Saleh Danasasmita Mulai Dibangun
-
Ini 4 Lokasi Takjil Paling Lengkap dan Murah untuk Buka Puasa di Ciawi Bogor
-
Langka! Cap Go Meh Bogor 2026, Saat Budaya Tionghoa Berpadu Syahdu dengan Buka Puasa Ramadan
-
Pastikan Jalur Mudik Lebaran 2026 Aman, Pemkab Bogor Keroyok Perbaikan Jalan Parung-Kemang
-
Simbol Kerukunan Bogor, Hangatnya Bukber dan Santunan Dedie A Rachim di Rumah Ibadah Tionghoa