SuaraBogor.id - Sebelum melakukan aktivitas kamu disarankan untuk sarapan terlebih dahulu. Namun, ada beberapa menu makanan seperti roti, makanan berat salah satunya nasi goreng.
Ternyata, sarapan makanan berat nasi goreng bahaya untuk kesehatan anda. Bahkan, hal ini bisa menyebabkan datangnya penyakit.
Pasalnya, sering mengonsumsi nasi goreng di pagi hari bisa berpotensi mengakibatkan kenaikan berat badan yang cukup signifikan.
Selain itu, makan nasi goreng setiap hari untuk dijadikan menu sarapan juga bisa menjadi penyebab berbagai penyakit, seperti jantung, stroke, dan penyakit kardiovaskular lainnya.
Hal itu bisa terjadi karena kandungan di dalam minyak nasi goreng yang cukup banyak. Kandungan minyak itulah yang dapat memperburuk kesehatan pada organ kardiovaskular dalam tubuh.
Jadi, kalau ingin menyiapkan nasi untuk menu sarapan, usahakan pilih lauk yang sehat, seperti sayur, ayam, ikan.
Berita Terkait
-
Jadi Takut Makan karena Tayangan di Media Sosial? Waspadai Konten Kesehatan yang Menakut-nakuti
-
Peserta JKN Capai 284 Juta, Cak Imin Soroti Tantangan Layanan Kesehatan yang Setara
-
Siswi Yang Diduga Hilang Ingatan Karena Keracunan MBG Dirujuk ke RSCM, Ahli Turun Tangan
-
Saat Ginjal Tak Lagi Optimal, Perlukah Cuci Darah?
-
Terapi Gratis Anti-Stres: Keajaiban Memeluk Pohon yang Jarang Disadari
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
-
Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Cedera 30-35 Hari Absen Bela Timnas Indonesia
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
Terkini
-
KPK Endus Keterlibatan Swasta Lain di Kasus Suap Layanan Pertanahan ATR/BPN
-
Sebelum Terjaring OTT, Pihak Kementerian ATR/BPN Diduga Terima Rp300 Juta dari Summarecon Agung
-
KPK Tak Bidik Latar Belakang Politik Fahd El Fouz di Kasus Korupsi ATR/BPN
-
OTT Ke-20 KPK Terkait HGB Bogor: Seret Pejabat BPN, Eks Bupati Kebumen, dan Bos Summarecon
-
BRI Sabet Indonesia Sports Industry of the Year 2026, Konsisten Dukung Kemajuan Olahraga Indonesia