SuaraBogor.id - Polisi menanggapi terkait Ustaz cabul di Tangerang yang dikenal warga sebagai Ketua Ranting Front Pembela Islam (FPI) Kelurahan Cipete, Pinang, Kota Tangerang.
Kasubag Humas Polres Metro Tangerang, Kompol Abdul Rachim mengatakan, bahwa pihaknya tidak mau tahu pelaku berstatus apa.
"Polisi tidak melihat itu. Kita melihat siapa berbuat apa. Tidak melihat orang ini ketua ini nggak melihat itu," katanya kepada wartawan, Sabtu (19/12/2021).
"Pimpinan Kapolda tegas siapapun yang melanggar hukum tidak pandang bulu,” tegasnya.
Kesaksian Warga Soal Ustaz Cabul
Warga Cipete menyebut bila Ustaz cabul berinisial S yang diduga melakukan kekerasan seksual kepada muridnya merupakan mantan Ketua Ranting FPI. Hal ini disampaikan langsung oleh Ketua RT02/RW03, Kelurahan Cipete, Edy Supriyadi.
“Dia (Mantan) ketua ranting FPI dulu, ranting di wilayah Cipete,” kata Edy saat dikonfirmasi, Kamis (16/12/2021).
Edy mencertiakan, S dulu sering menunjukkan identitas anggota FPI kepada warga sekitar.
Namun, setelah organisasi itu dibubarkan, dia tidak lagi menunjukkan kartu identitas FPI tersebut.
Baca Juga: Kesaksian Warga Soal Ustaz Cabul di Tangerang Mantan Ketua Ranting FPI Cipete
“Semenjak (FPI) bermasalah, sudah enggak aktif. Kalau dulu, dia (S) suka nunjukkin,” katanya.
Edy juga menceritakan, S dalam kesehariannya tergolong warga yang pendiam. Bahkan bila ke Masjid, dia kerap tak diterima karena memiliki cara yang sendiri dalam beribadah.
"Dia enggak mau nyampur sama masyarakat lain. Dia mau bikin pengajian sendiri dengan arah sendiri. Ke mari, ke masjid, enggak diterima. Ke mushola enggak diterima. Saya bilang, kalau caranya seperti itu, (S) enggak bisa diterima di sini," ucapnya.
Berita Terkait
-
Siapa Berani Pasang Banner Oligarki Bajingan di BSD? Begini Kesaksian Jukir
-
300 Warga Tangerang Ditargetkan Terima Pemeriksaan Mata Gratis dan Bantuan Kacamata
-
Muhammad Toha Curi Perhatian Media Malaysia usai Tampil Solid Lawan JDT di Piala FA
-
14 Siswi SMP Tangsel Jadi Korban Bullying Minuman Racikan, Ketua Komisi X DPR: Ini Sangat Ekstrem
-
Montir Tangerang Ditagih Pajak Mobil McLaren Rp 137,4 Juta: Makan Saja Saya Susah
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
Pilihan
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
Terkini
-
Jalan Trase Batutulis Bogor Kini Beroperasi Penuh 24 Jam
-
Penuhi Panggilan KPK, Jaro Ade Diperiksa soal Kasus Upah Pungut di Bogor
-
Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video
-
Bupati Bogor Sulap Horison Sayaga Jadi Destinasi Rekreasi
-
BRI Raih Empat Penghargaan di Top 20 Financial Institutions Award 2026