SuaraBogor.id - Pegiat media sosial Eko Kuntadhi ikut menanggapi soal video viral, yang memperlihatkan oknum warga melarang untuk menggelar ibadah Misa Natal.
Dalam cuitannya, di akun Twitter pribadinya, Eko Kuntadhi menilai oknum warga yang melarang terhadap ibadah Misa Natal itu adalah orang yang ribet dengan agama orang lain.
“Orang-orang yang selalu ribet dengan agama orang lain,” cuitnya.
Menurutnya, peristiwa itu terjadi di sebuah gereja di Tulang Bawang, Lampung.
“Kejadian di GBI Tulang Bawang, Lampung. Segerombolan orang memaksa jemaat gereja menghentikan misa Natal,” tulisnya.
Eko pun menilai, iman sejumlah oknum warga itu tipis lantaran merasa terganggu dengan ibadah agama lain.
Tak hanya itu, Eko juga menyebut mereka yang melakukan persekusi terhadap ibadah Misa Natal tersebut adalah gerombolan yang telah merusak Indonesia.
“Iman mereka tipis. Merasa terganggu dengan ibadah agama lain. Gerombolan seperti inilah yang merusak Indonesia,” tuturnya.
Dalam kicauannya itu, Eko Kuntadhi juga menyertakan video aksi oknum warga itu melakukan persekusi terhadap jemaat gereja di Lampung tersebut.
Menanggapi teriakan oknum warga tersebut, salah seorang wanita yang merupakan jemaat dari gereja itu kemudian mengaku malu lantaran pelaksanaan ibadah Misa Natal mereka telah diganggu dengan aksi persekusi itu.
Baca Juga: Viral, Oknum Diduga Paspampres Pecahkan Spion Mobil Warga, Ini Klarifikasinya
“Kami beribadah Natal. Natal seluruh dunia. Kami merayakan Natal, seharusnya kami bersuka cita. Malu pak, malu dilihat tetangga. Kami merayakan Natal tapi bapak mengganggu kami,” ucapnya.
Berita Terkait
-
Lagi Viral, Rescene Sukses Raih Trofi Pertama Music Show Usai 2 Tahun Debut
-
Hukum dan Fenomena No Viral No Justice: Kritik atas Kasus KSBE
-
Modal Kecil, Untung Maksimal: 5 Ide Bisnis Kuliner Kekinian yang Lagi Viral!
-
Video Cristiano Ronaldo: Selama Ini Dihina Saya diam Tapi Hari Ini Saya Akan Lawan!
-
Viral! Toko Roti di Thailand Jual Croissant 'Berambut', Warganet Jijik Sekaligus Penasaran
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Proyek PSEL Kayumanis Terancam Cacat Hukum, DPRD Kota Bogor Ingatkan Pemkot Jangan Asal Tabrak Perda
-
Jamin Jalur Wisata Bersih Bangunan Liar, Pemkab Cianjur Minta Pedagang Tunggu Kajian Relokasi
-
Mahfud MD Soroti Prosedur Cacat KUHAP Kasus Eks Jampidsus, KPK Pilih Merespons Hati-hati
-
Kali Baru Cibinong Lumpuh Total! 60 Truk Dikerahkan Angkut Ratusan Ton Sampah
-
Setara Sekolah Swasta Mahal Tapi Gratis, Pemkab Bogor Dongkrak Kapasitas Sekolah Rakyat Jasinga