SuaraBogor.id - Para pengendara motor yang hendak melakukan perayaan malam tahun baru di Puncak Bogor, Jawa Barat dibubarkan paksa oleh anggota Polres Bogor.
Mereka diketahui berkerumun di Simpang Gunung Mas dan akan merayakan tahun baru di Puncak Pas.
Para pengendara yang umumnya wisatawan tersebut banyak yang keukeuh tidak mau balik arah ke arah Ciawi, mereka ingin tetap ke Puncak Pas.
Mereka tetap berdiam diri hingga Jumat pukul 23.30 WIB, dan baru membubarkan diri ketika Sat Lantas Polres Bogor dan Korlantas Mabes Polri menurunkan mobil water canon.
“Ratusan hingga ribuan pengendara roda dua semalam memadati Simpang Gunung Mas karena ingin merayakan pergantian tahun baru. Mereka ingin menerobos penjagaan kepolian yang dibantu Dinas Perhubungan, BPBD dan Satpol PP Kabupaten Bogor. Untungnya, sebelum mereka melakukan penerobosan, satu unit mobil water canon turun dari arah Pos Polisi Riung Gunung hingga dengan mudah kepolisian membubarkannya,” ucap saksi mata bernama Rizky kepada wartawan, mengutip dari Bogordaily - jaringan Suara.com, Sabtu (1/1/2022).
“Usai disemprot air, mereka para wisatawan bukan hanya balik kanan, tetapi berteriak protes ke petugas gabungan terutama kepolisian. Mereka berteriak, woi dingin tau, sambil memencet klakson agar temen pengendara roda dua lainnya segera turun ke arah Ciawi,” tambahnya.
Ia mengungkapkan banyak wisatawan yang basah sekujur badangnya di malam pergantian tahun, karena sempat disemprot oleh personil kepolisian yang berada di mobil water canon.
Pantauan di lokasi, petugas Sat Lantas Polres Bogor pun memberikan himbauan agar wisatawan jangan berkerumun dan tetap menikmati liburan natal dan tahun baru (Nataru) di rumahnya masing-masing karena saat ini pandemi Covid-19 masih berlangsung.
Baca Juga: Kerumunan Malam Tahun Baru 2022 di Berbagai Daerah: Jakarta hingga Yogyakarta Padat!
Berita Terkait
-
Bukan Warga Nekat! Satpol PP Ungkap Sosok Orang 'Penting' yang Viral Berenang di Kolam Bundaran HI
-
Perangi Narkoba, Bobby Nasution Kerahkan Satpol PP, Polisi hingga TNI Patroli Gabungan di Asahan
-
Bersih-Bersih Blok M, 5 Gerobak dan 4 Boks Minuman Disita dari 9 PKL
-
Ungkap Misteri Puteri Gunung Ledang dalam Bukuloka: Janji Di Puncak Ledang
-
Bukan Larang Berdagang, Satpol PP DKI Jelaskan Aturan Zona Steril di Bundaran HI
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha
Pilihan
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
Terkini
-
Guna Hemat Anggaran, Pemkab Bogor Resmi Setop Kebijakan Sewa Kendaraan Dinas
-
Warga Parung dan Kemang Bersiap, Pemkab Bogor Mulai Bersihkan Saluran Air untuk Atasi Banjir
-
Catat Tanggalnya! Mulai 20 Juni, Kebun Raya Bogor Hadirkan Pameran Hasil Bumi
-
Catat Tanggalnya! Ini Jadwal Penghentian Sementara Makan Bergizi Gratis di Kota Depok
-
KPK dan Ombudsman Pantau SPMB Cianjur, Kepala Sekolah Nekat Pungli Bakal Kena Sanksi Berat