SuaraBogor.id - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil hingga Anggota DPR RI Dedi Mulyadi turut angkat bicara soal pernyataan anggota DPR RI Fraksi PDIP Arteria Dahlan kritik Kejati karena berbahasa Sunda.
Ridwan Kamil sebelumya meminta kepada Arteria Dahlan agar meminta maaf kepada seluruh masyarakat Sunda di Nusantara.
"Saya mengimbau Bapak Arteria Dahlan, sebaiknya meminta maaf kepada masyarakat Sunda di Nusantara ini," ujarnya.
Sementara itu, Dedi Mulyadi mempertanyakan penggunaan bahasa asing saat rapat atau keseharian. Menurutnya bahasa asing tersebut justru tidak dimengerti.
Ia mengingatkan, berbahasa daerah bukan berarti tidak nasionalis. Sebab nasionalisme dibangun dari kekuatan daerah-daerah.
"Jadi kalau Kejati terima suap saya setuju untuk diganti, tapi kalau pimpin rapat pakai bahasa Sunda apa salahnya?" ujarnya.
"Wajar saja dilakukan selama yang diajak rapat, yang diajak diskusi, mengerti bahasa daerah yang digunakan sebagai media dialog pada waktu itu," sambungnya.
Menanggapi hal itu, Arteria Dahlan enggan minta maaf kepada masyarakat Sunda. Bahkan, dirinya meminta kepada Ridwan Kamil untuk lapor ke MKD.
Berdasarkan penelusuran Suarabogor.id, banyak publik yang kecewa soal pernyataan Arteria Dahlan, salah satunya komentaran beberapa netizen di unggahan akun instagram @infojawabarat.
"Bikin malu orang Minang aja ini orang, Tapi dia bukan dapil Sumbar ya, karena PDIP di Sumbar tidak ada wakil di DPR," tulis akun @Dheny***.
"Contoh wakil rakyat yang memperkaya diri sendiri," tulis akun @mas***.
"Dia bicara Demokrasi, ini orang antagonis," tulis akun @fac***.
Sekedar diketahui, mengutip dari Wikipedia, orang tua Arteria merupakan perantau Minang asal Kukuban, Maninjau, Sumatra Barat. Ayahnya bernama Zaini Dahlan dan ibunya bernama Wasniar. Mereka merantau ke Jakarta pada era 1950-an dan bekerja sebagai guru.
Tag
Berita Terkait
-
Ogah Minta Maaf soal Kajati Berbahasa Sunda, Arteria PDIP Minta Masyarakat Lapor MKD Jika Anggap Ucapnya Salah
-
Temui Tokoh Masyarakat Sunda, TB Hasanuddin Sebut Arteria Dahlan Murtad
-
Arteria Dahlan Kritik Kejati Yang Berbahasa Sunda, Dedi Mulyadi: Kalau Terima Suap Saya Setuju Diganti
-
Ogah Komentari Arteria Dahlan, Kajati Jabar Pilih Fokus pada Pekerjaan
-
Heboh Minta Kajati Dipecat, Arteria PDIP Klaim Tak Ada Maksud Diskreditkan Orang Sunda dan Larang Berbahasa Daerah
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
Pilihan
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
-
Ada Pelantikan di Istana Sore Ini, Pratikno Ngaku Dapat Undangan Mendadak
Terkini
-
KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT
-
KPK Dikabarkan OTT di BPN Kabupaten Bogor, Sejumlah Pihak Diamankan?
-
Kisah Dewi Natalia, Mantri BRI yang Dampingi 380 Debitur hingga Lepas dari Rentenir
-
Tangani Kebakaran TPAS Galuga 24 Jam, Bupati Bogor Kerahkan Tim Patroli Jalan Kaki hingga Alat Berat
-
Berjibaku 24 Jam di TPAS Galuga, Sinergi Bogor Raya Tekan Kobaran Api Hingga Sisa Titik Akhir