Galih Prasetyo
Rabu, 02 Februari 2022 | 17:55 WIB
Sidang paripurna DPRD Kota Depok pada Rabu (8/1/2020). [Suara.com/Supriyadi]

SuaraBogor.id - Kantor DPRD Kota Depok ditutup sementara atau lockdown mulai hari ini, Rabu (2/2/2022) hingga 6 Februari 2022.

Lockdown dilakukan setelah seorang staf Sekretariat DPRD terkonfirmasi positif Covid-19.

"Benar (lockdown). Mulai hari ini sampai tanggal 6," ungkap Humas DPRD Depok, Anjar Herwanto saat dikonfirmasi, Rabu sore.

Dia memastikan bahwa satu kasus terkonfirmasi berasal dari staf di Sekretariat Dewan, bukannya salah satu anggota dewan.

"Bukan (anggota). Dari Sekretariat," tukasnya.

Selama lockdown, seluruh layanan dan fasilitas di lingkungan kantor DPRD Depok ditutup total.

"Sampai ada arahan lebih lanjut dari pimpinan," beber Anjar.

Anjar memastikan, pihaknya akan melakukan langkah mitigasi sebagaimana protokol yang berlaku terhadap temuan kasus positif Covid-19.

"Penyemprotan disinfektan secara menyeluruh dan swab PCR bagi kontak erat. Pasti itu," pungkasnya.

Baca Juga: Trimedya Panjaitan Sarankan Komisi III DPR Lockdown, Susul Alat Kelengkapan Dewan Lain yang Lebih Dulu

Sementara itu,penularan Covid-19 di Depok kian mengganas. Terbaru, penambahan pasien Covid-19 di Depok mencapai 1.083 kasus dalam satu hari kemarin, Selasa.

Penambahan ini menggenapkan jumlah kasus konfirmasi Covid-19 menjadi 111.412 kasus, terdiri dari 5.352 kasus aktif, 2.176 kasus meninggal dan 103.884 kasus sembuh.

Wali Kota sekaligus Ketua Satgas Covid-19 Depok Mohammad Idris, mengatakan bahwa positivity rate di Depok juga menunjukkan peningkatan yang signifikan.

"Positivity rate di Depok hanya 4.36 persen pada periode 17-23 Januari 2022, lalu naik drastis menjadi 12.63 persen pada periode 24-30 Januari 2022," kata Idris.

Kontributor : Immawan Zulkarnain

Load More