SuaraBogor.id - Memalukan, mungkin kata itu tepat disematkan kepada oknum pecinta alam yang meninggalkan sampah begitu saja di Gunung gede Pangrango, Jawa Barat.
Hal tersebut terungkap saat ratusan relawan menurunkan 1,5 ton sampah berupa plastik bekas mie instan dan botol air mineral.
"Sampah plastik mendominasi seperti bungkus mi instan dan botol minuman plastik atau kaleng, seharusnya pencinta alam tidak meninggalkan sampah di atas gunung. Setiap tahun jumlahnya masih tinggi," kata Relawan Gunung Gede-Pangrango, Niko Rastagil.
Ia menjelaskan, setiap tahun, Balai Besar TNGGP Cianjur, menutup jalur pendakian untuk pemulihan ekosistem dan menggelar kegiatan bersih-bersih mulai dari jalur pendakian hingga puncak Gunung Gede-Pangrango, melibatkan ratusan relawan dari berbagai daerah.
Namun setiap tahun, sampah yang ditinggalkan pendaki masih tetap tinggi, sehingga pihaknya berharap tingkat kesadaran pendaki untuk menjaga kebersihan dan kelestarian alam benar-benar terjaga karena sebelum melakukan pendakian, petugas sudah mengimbau agar membawa sampah kembali ke bawah.
"Mungkin mereka hanya pendaki dadakan, sehingga tidak tahu bagaimana merawat alam, semoga ini menjadi perhatian bagi semua pendaki agar tidak lagi menyisakan sampah karena sudah jelas sampah plastik susah dilebur nya," kata Niko.
Ia menambahkan operasi sampah tersebut, dilakukan di tiga pintu masuk Gunung Gede-Pangrango, pintu masuk Gunung Putri-Cianjur, pintu masuk Cibodas-Cianjur dan pintu masuk Salabintana-Sukabumi, seratusan relawan dibagi menjadi tiga kelompok.
"Ini merupakan agenda tahunan, sehingga setiap akhir dan awal tahun pendakian ditutup karena pengelola melakukan pemulihan dan pembersihan sampah di sepanjang jalur pendakian hingga puncak gunung khususnya alun-alun Suryakancana," katanya. [Antara]
Tag
Berita Terkait
-
Kasus Guru Hukum Siswa Makan Sampah, Ketua PGRI Sulawesi Tenggara: Tidak Mungkin Ia Melakukan Dengan Sengaja
-
Membuang Sampah ke Sungai Pemali Bisa Memicu Banjir dan Punahnya Ikan
-
Mencemari Laut, Klinik Layanan Rapid Test di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi Minta Maaf
-
Pelabuhan Ketapang Banyuwangi Bukan Tercemar Sampah Medis Alat Rapid Test, Begini Penjelasan Polisi
-
5 Penampakan Siwi Widi Sebelum Operasi Plastik, Wow!
Terpopuler
- Cara Aktifkan Fitur End-to-End Encryption WhatsApp, Pastikan Obrolan Rahasiamu Bebas Sadap
- 4 Shio yang Tinggalkan Masa Sulit Mulai 5 November 2026, Siap Sambut Kebahagiaan
- Jokowi: Saya Disadap, Tapi Saya Diam Saja
- 5 Sepatu Jalan Lokal Tanpa Tali yang Nyaman dan Anti Jebol Menurut Review
- 9 Sunscreen untuk Wanita Usia 50 Tahun ke Atas agar Kulit Awet Muda
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa POM TNI, Soal Penyadapan Prabowo?
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
Tampil Dominan, Soft Tenis Kabupaten Bogor Segel Gelar Juara Umum Porprov Jabar 2026
-
Ibu Rumah Tangga Terlibat Peredaran Narkoba di Bogor
-
Kabar Baik Warga Ciomas dan Sekitarnya, Kemacetan Laladon Mulai Digarap 2027
-
Garap Rentetan Saksi Korupsi HGB Summarecon, KPK Panggil Pejabat BPN Bogor hingga Petinggi Swasta
-
Mensos Ungkap Lima Tenaga Pendidik Sekolah Rakyat Dipecat, Termasuk Kepala Sekolah