SuaraBogor.id - Sesosok mayat tanpa kepala ditemukan di pinggiran Waduk Jatiluhur, Bukit Pasir Astana, Desa Kutamanah, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Purwakarta, Senin ( 7/2/2022).
Mayat itu pertama kali ditemukan warga dalam kondisi mengenaskan tanpa kepala dengan posisi miring ke samping.
Di depannya terdapat sebuah pohon dimana seutas tali tambang warna merah hijau menjuntai di atasnya, tepat searah dengan jatuhnya mayat berjenis kelamin laki-laki itu.
Setelah dicari rupanya bagian kepala dari mayat tersebut terpental cukup jauh dari badannya dan terpisah di antara semak-semak sekitar tiga meter.
Baca Juga: Warga yang Isoman di Jembrana Bali Diberi Tulisan Khusus di Rumahnya
Kondisi kepala lebih memprihatinkan lagi karena telah berubah menjadi tulang tengkorak.
Pasca penemuan itu, warga langsung melaporkannya ke Polsek Sukasari.
Dari olah TKP dikatakan mayat tersebut mengenakan baju atasan berwarna hitam dengan sandal coklat dan tak ada kartu Identitas melekat disana.
Mayat tersebut pun langsung dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah ( RSUD) Bayu Asih Purwakarta.
Dugaan sementara korban telah lebih dari sepekan meninggal dan bunuh diri menjadi penyebab kematiannya.
Baca Juga: Hilang 4 Hari yang Lalu, Jajang Gatot Prasetia Ditemukan Tewas Tergantung di Atas Pohon
Dalam unggahan akun media sosial @info_karawang menjelaskan dugaan bunuh diri yang menjadi latar belakang kematian pria tersebut.
"Diduga korban mengakhiri hidupnya dengan cara menggantung diri, tampak ada bekas tali yang masih menggantung di dahan pepohonan, " tulisnya.
Hal itu diperkuat oleh keterangan polisi yang menangani jasad korban.
"Hasil penyelidikan sementara karena warga sekitar juga tak ada yang mengenali, diduga kuat itu korban gantung diri, " ungkap Kapolsek Sukasari, AKP Asep Yusup.
Kabar postingan ini pun langsung bikin geger warganet yang melihatnya. "Serem, " tulis akun @ha.ya***.
Saat ini masih dilakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mencari identitas pelaku beserta keluarganya.
Catatan Redaksi:
Hidup seringkali sangat sulit dan membuat stres, tetapi kematian tidak pernah menjadi jawabannya. Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit dan berkecederungan bunuh diri, sila hubungi dokter kesehatan jiwa di Puskesmas atau Rumah sakit terdekat.
Bisa juga Anda menghubungi LSM Jangan Bunuh Diri melalui email janganbunuhdiri@yahoo.com dan telepon di 021 9696 9293. Ada pula nomor hotline Halo Kemkes di 1500-567 yang bisa dihubungi untuk mendapatkan informasi di bidang kesehatan 24 jam.
Kontributor : Ririn Septiyani
Berita Terkait
-
Seorang Polisi Jadi Korban Begal di Cikarang, Honda Scoopy Miliknya Dibawa Kabur
-
Viral! Istri Polisi Joget di Zebra Cross, Suami Kena Skors
-
Perusahaan Travel Dipolisikan Kasus Penipuan Modus Kode Booking Palsu, Korban Rugi Miliaran Rupiah
-
Serahkan ke Polisi soal Temuan Ladang Ganja di Bromo, Kemenpar: Itu Destinasi Ramah Lingkungan
-
Kapolri Perintahkan Seluruh Polisi yang Pantau Arus Mudik Bersiaga hingga Subuh, Kenapa?
Terpopuler
- Kode Redeem FF 2 April 2025: SG2 Gurun Pasir Menantimu, Jangan Sampai Kehabisan
- Ruben Onsu Pamer Lebaran Bareng Keluarga Baru usai Mualaf, Siapa Mereka?
- Aib Sepak Bola China: Pemerintah Intervensi hingga Korupsi, Timnas Indonesia Bisa Menang
- Rizky Ridho Pilih 4 Klub Liga Eropa, Mana yang Cocok?
- Suzuki Smash 2025, Legenda Bangkit, Desain Makin Apik
Pilihan
-
Demi Jay Idzes Merapat ke Bologna, Legenda Italia Turun Gunung
-
Misi Mathew Baker di Piala Asia U-17 2025: Demi Negara Ibu Tercinta
-
Dear Timnas Indonesia U-17! Awas Korsel Punya Dendam 23 Tahun
-
Piala Asia U-17: Timnas Indonesia U-17 Dilumat Korsel Tanpa Ampun
-
Media Korsel: Hai Timnas Indonesia U-17, Kami Pernah Bantai Kalian 9-0
Terkini
-
Atalia Praratya Ungkap Isi Hati Soal Isu Perselingkuhan Ridwan Kamil
-
Neraka Macet di Puncak Bogor, Jalur Alternatif Cibalok Bikin Wisatawan Sengsara
-
Kecelakaan Maut di Bandung, Suami, Istri dan Keponakan Asal Depok Tewas di Jalur Kamojang
-
Antisipasi Letusan Freatik, Pendakian Gunung Gede Diperpanjang Penutupannya
-
Stasiun Bogor dan Alun-Alun Kota, Potret Kesemrawutan yang Tak Kunjung Usai