SuaraBogor.id - Habitat sejumlah hewan endemik di Kawasan Tanaman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) terancam akibat rencana pembangunan wisata diwilayah tersebut.
Pegiat hewan di Kampung Singabarong, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur Bahrum mengatakan, apabila rencana pembangunan wisata di kawasan TNGGP tersebut dilakukan, habitat sejumlah hewan endemik akan terancam.
"Di lahan sekitar 59,22 hektar yang rencanakanya akan dijadikan kawasan wisata di area Gunung Gede-Pangrango tersebut merupakan asli tempat tinggal sejumlah hewan endemik yang berstatus langka," katanya pada SuaraBogor.id, Rabu (16/2/2022).
Dikawasan tersebut, kata dia, terdapat sejumlah hewan endemik, seperti Burung Tikus (Tesia supercilialis), Owa Jawa (Hylobates moloch), Seruli (Presbytis comata), Lutung Jawa (Trachypithecus auratus), dan Elang Jawa hingga Mancan Tutul.
"Yang bakal paling terancam yaitu, Macan Tutul, apakah mereka akan pindah ke hutan lain, atau memasuki area perkampungan, dan tidak menuntut kemungkinan mereka akan terancan punah," ucapnya.
Ia menjelaskan, sebelumnya kawasan tersebut masuk dalam zona pemanfaatan, area itu merupakan zona rimba, karena itu masuk dalam habitatnya Macan Tutul.
"Jadi gini, dulu ketika zaman presiden Megawati sekitar tahun 2004 wilayah itu milik Forum Perhutani, setelah lima tahun kemudian, baru masuk ke area Taman nasional, lalu ketika 2017 kenapa tiba-tiba masuk dalam zona pemanfaatan, dan dikontrakan ke pihak swasta," katanya.
Bahrum mengungkapkan, rencana kepentingan bisnis tersebut jangan sampai merugikan ekosistem yang ada, dan telah dijaga dari dulu.
"Jangan sampai, anak cucu kita, mengetahui keberadaan hewan-hewan tersebut tinggal cerita, dan hanya bisa melihat dari foto saja. Oleh karena itu harus kita semua harus menjaganya," ucapnya.
Diketahui sebelumnya, Sejumlah patok pembatas rencana pembangunan terpasang di lokasi yang rencananya akan dijadikan kawasan wisata di lahan hutan konservasi milik Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), Cibodas, Kabupaten Cianjur.
Berdasarkan pantauan SuaraBogor.id, dilapangan terdapat dua patok pembatas yang berbedas, pertama patok berwarna putih biru terbur dari paralon, sedangkan patok kedua berwarna biru terbuat dari balok kayu.
Selain itu, pengembang juga telah mendirikan plang bertuliskan PT Cibodas Puncak Nirwana, Zona Pemanfaatan Mandalawangi Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, SK No SK.469/1/KLHK/2020. Luas 59,22 Ha.
Ketua Kelompok Swadaya Masyarakat Untuk Konservasi Alam Lingkungan Indonesia (Kadaka) Sabang Sirait, mengatakan sejumlah patok berwarna putih dari paralon sudah terpasang sekitar tehun 2018 lalu.
"Jumlah patoknya mungkin banyak, yang tersebar di lahan seluas 59, 22 hektar tersebut. Patok-patok batas itu sudah terpasang cukup lama. Bahkan, untuk patok paralon sudah terpasang sejak 2018," katanya.
Pemasangan patok-patok batas tersebut, kata dia, tidak pernah diketahui dan disosialisasikan kepada masyarakat setempat.
Berita Terkait
-
Patok Sudah Terpasang Sejak 2018, Warga Tak Pernah Diberi Sosialisasi Pembangunan Kawasan Wisata di TNGGP
-
Tak Ingin Hutan Dirusak, Warga Tolak Rencana Pembangunan Kawasan Wisata di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango
-
1,5 Ton Sampah Penuhi Gunung Gede Pangrango, Relawan: Seharusnya Pecinta Alam Tidak Tinggalkan Sampah
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Shin Tae-yong Kasih Kode Rotasi Skuad Persija, Shayne Pattynama Bisa Unjuk Gigi di League Cup
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Pesan Menohok Bupati Bogor ke Pengelola Dapur MBG: Presiden yang Disalahkan jika Ada Kesalahan
-
Kurangi Limbah Dapur, ibis Styles Bogor Pajajaran Pakai Cangkang Telur Dukung Tani & Pendidikan Anak
-
Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang
-
20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor
-
Dini Hari Kelam di Cigudeg, Motor Trail Honda CRF Milik Warga Wargajaya Raib